Ketua DPRD Sumsel Nilai PPKM Bertujuan Bukan Membatasi Masyarakat Tapi Memang Sangat Dilematis

Palembang, BP- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro pada 7 daerah.
Adapun daerah yang dimaksud, yakni; yakni Palembang Prabumulih, Lubuklinggau, Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas (Mura), dan Muara Enim.
Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhati menilai masyarat harus patuh dengan apa yang di instruksikan di pusat.
“ Saya berpikir PPKM itu adalah bertujuan bukan karena membatasi masyarakat tapi memang sangat dilematis, saya membaca di media kenapa pilkada boleh, kok mudik tidak boleh, kenapa hajatan boleh, mudik tidak boleh, tentunya itu harus di bedakan, even-even itu harus dibedakan sama sekali tetapi yang paling utama pada kenyataannya Palembang saat sekarang itu zonanya merah,” kata politisi partai Golkar ini usai melaunching Rumah Aspirasi Budaya di Rumdin Ketua DPRD Sumsel, Kamis (22/4).
Oleh karena itu Pemerintah Provinsi harus betul –betul menjaga wilayah kita masing-masing agar pendemi memuncak seperti tahun 2020.
“ Kita bersyukur di awal tahun kemarin mulai melandai tapi ketika kita terlalu PD, sudah di vaksin sudah mendai , akhirnya kita lengah sehingga hal ini menjadikan PPKM untuk Sumsel bahkan sekarang waktunya di perpanjang, tidak dari 7 sampai 17 tapi dari 22 sampai ke bulan Mei tanggal 22 , kalau tidak salah satu bulan , inilah yang menjadikan kita untuk melindungi diri kita karena dengan melindungi diri kita kita melindungi orang lain,” katanya.
Naiknya pandemi Covid -19 ini di Sumsel menurutnya, untuk kebijakan Pemerintah Provinsi Sumsel tidak jauh dari kebijakan instruksi dari Menteri Dalam Negeri, karena edaran Menteri Dalam Negeri sudah di edarkan kepada semuanya.
“ Makanya waktu tanggal 18 April malam kita akan melaksanakan teraweh bersama, saya batalkan karena adanya instruksi itu salah satunya, jangan sampai kita institusi pemerintah tidak memberikan contoh kepada masyarakat,” katanya.
Apalagi menurutnya yang di tidak di perbolehkan saat ini mudik di luar provinsi .
“ Jadi untuk dua tahun ini yang mudik seperti saya biasanya setiap tahunnya tidak pernah absen, saya harus tetapi harus berada di tempat,” katanya.
Nanti jika situasi baik dirinya akan mudik ke Yogyakarta.
“ Ya kangen karena orangtua masih disana,” katanya.#osk