DPRD Sumsel Minta Kejelasan Anggaran Vaksin Covid-19 di Sumsel

13
BP/IST
Rizal Kenedi

Palembang, BP

Hingga saat ini jatah vaksin Covid-19  untuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) belum jelas besarannya dari pemerintah pusat  , walaupun demikian DPRD Sumsel meminta kejelasan kepada Pemerintah Provinsi terkait besaran anggaran untuk vaksin covid-19 jatah Sumsel , apakah dibebankan ke pusat atau dibebankan ke daerah.

“ Kalaupun itu memang dibebankan  ke daerah, jika belum masuk dalam APBD ya itu harus masuk di perubahan nantinya, , nah vaksin ini kreteria belum jelas juga , siapa yang harus di vaksin  atau seluruh masyarakat Indonesia  harus di vaksin  atau hanya untuk kalangan-kalangan tertentu,” kata anggota Komisi V DPRD Sumsel Rizal Kenedi, Rabu (16/12).

Baca Juga:  SKK Migas - Medco E&P Bersama TNI Sosialisasikan Usaha Hulu Migas pada Siswa SMA  Melalui Pendidikan Bela Negara

Kalau pun menurut politisi PPP ini, vaksin Covid-19 sudah ada dasar hukumnya apakah Keputusan Pemerintah  atau ada Peraturan Pemerintah, tentu Sumsel akan mengikuti itu .

Mengenai jumlah vaksin covid-19 yang diterima Sumsel, menurutnya hingga saat ini belum ada.

“ Sampai hari ini vaksinnya belum ada , khan masih dalam pengujian , artinya, kalaupun itu sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat tentunya daerah juga akan mengikuti itu , karena payung hukumnya jelas,” katanya.

Kalau anggaran vaksin tersebut mulai di anggarkan sekarang  menurut Rizal juga masih riskan lantaran  jumlah yang dianggarkan belum tahu, termasuk  jumlah orang  dan harga dari vaksin covid 19  itu sendiri.

Baca Juga:  Dukung Pemberantasan Korupsi, Wakil Ketua DPRD Sumsel Ikut Tanda Tangani Zona Integritas

Sedangkan Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel Yusri mengatakan, pihaknya juga menyiapkan petugas khusus yang sudah terlatih melakukan vaksinasi termasuk di puskesmas wilayah pelosok.

“Secara sarana dan petugas, Dinkes Sumsel sudah siap mendistribusikan vaksin,” katanya.

Lemari pendingin penyimpan vaksin yang disiapkan itu bukan barang baru, kata dia, melainkan pernah digunakan untuk menyimpan berbagai vaksin dalam berbagai program kesehatan dari Kemenkes

Sementara Sumsel diperkirakan mendapat 2,1 juta vaksin Covid-19 untuk tahap pertama dari 5,5 juta kebutuhan yang diajukan, menurutnya sisa kebutuhan vaksin akan dipenuhi pada tahapan berikutnya.

Rencananya vaksin Sinovac akan tiba di Sumsel pada Januari 2021 dan mulai didistribusikan ke puskesmas serta rumah sakit pelayanan vaksin 17 kabupaten/kota pada Februari 2021.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Dengarkan Pidato Kenegaraan Jokowi

“Vaksin akan dikirim dari Jakarta ke Dinkes Sumsel, kemudian didistribusikan ke kabupaten/kota,” kata Yusri.

Ia menjelaskan seluruh dinas kesehatan di Sumsel memiliki pengalaman mumpuni dalam proses vaksinasi yakni saat sukses menjalankan vaksinasi Measies Rubella (MR) pada 2019 sebanyak 2,3 juta dosis.

Menurutnya faktor penghambat proses vaksinasi secara teknis terbilang kecil, namun faktor keraguan masyarakat terhadap kehalalan vaksin yang berpotensi menghambat vaksinasi.

“Makanya label halal sangat penting supaya masyarakat yakin,” katanya.#osk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...