Wakil Ketua MPR: Perguruan Tinggi Tidak Boleh Lepas dari Realitas Masyarakat

16
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan Institut Agama Islam Tarbiyatul Tholabah (IAITabah) yang kampusnya diapit jalan raya dan Pantai Utara Jawa merupakan kampus ternama di Lamongan. Perguruan Tinggi tersebut diharapkan mampu mencetak sarjana memiliki ketrampilan yang dibutuhkan masyarakat khusunya Lamongan dan ummat Islam umumnya.

“Saya berharap IAI Tabah mampu mencetak manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan jaman,ujar Jazilul dalam acara silaturahmi alim ulama yang digelar di IAI Tabah Lamongan, Jatim, Minggu (15/11/2020).

Baca Juga:  Pj Gubernur Elen Setiadi Bersama Forkopimda Cek Pos Pam Lilin Musi dan Pantau Gereja Jelang Natal 2024 

Menurut Jazilul, perguruan tinggi yang memiliki 6 Prodi itu mampu menjadi basis dari gerakan ummat Islam yang menyebarkan paham keagamaan yang ramah dan mendidik masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai agama sesuai adat istiadat budaya Indonesia. “Perguruan tinggi tidak boleh lepas dari realitas masyarakat,” tuturnya.

Mendirikan lembaga pendidikan dikatakan penting. Dulu KH. Hasyim As’yari saat mendirikan pesantren diaarkan sikap antikolonial. “Kewajiban Imam untuk menjelaskan prinsip yang membawa kemaslahatan,” paparnya.

Dia menambahkan, IAI Tabah ikut membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa. Meski sebagai perguruan tinggi yang memberi gelar bagi mahasiswa yang telah lulus namun jangan sampai menempuh pendidikan hanya sekadar mengoleksi gelar.

Baca Juga:  Kunker di Jatim, Puan Cek Harga-Pasokan Minyak Goreng dan Tempe

“Kita perlu menuntut ilmu dengan landasan memperoleh ridho Allah. Itulah yang mesti dijadikan pendekatan,” tuturnya seraya menambahkan, dengan landasan demikian Allah akan mengangkat derajad orang itu.

Sekarang lanjut dia, banyak perguruan tinggi membuka program pendidikan, jurusan, atau fakultas berdasarkan kebutuhan pasar. Pragmatisme yang demikian menjadi tantangan tersendiri bagi IAI Tabah ketika hadir di tengah masyarakat.

Baca Juga:  Perseteruan Antara Warga dan Oknum TNI di Palembang Berujung Damai di Kantor Lurah 35 Ilir

Diharapkan IIAI Tabah mempunyai cita-cita besar melahirkan ilmuwan dan ulama besar. “Dulu ulama itu ilmunya komplit. Ibnu Sina, seorang dokter namun ulama dan ahli ilmu pengetahuan lain. Demikian Ibnu Khaldun, Mussa Jabir Ibnu Hayan, dan ilmuwan lain. “Mereka ulama juga ilmuwan,” paparnya.

Rektor IAI Tabah, Alimul Muniroh, mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran Jazilul Fawaid. “Kampus kami ingin menjadi pengembangan kemajuan Islam,” tegasnya.#duk

Komentar Anda
Loading...