Kader Golkar Dampingi Ilyas Panji di Pilkada OI Masih Tarik Menarik

22
BP/IST
Ketua Departemen pemenangan pemilu DPP Partai Golkar wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Yudha Nouvanza Utama

Palembang, BP

Ketua Departemen pemenangan pemilu DPP Partai Golkar wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Yudha Nouvanza Utama mengakui masih terjadi tarik- menariknya kader Golkar yang akan mendampingi Ilyas Panji dalam pilkada kabupaten Ogan Ilir (OI) tahun 2020.

“Memang untuk maju itu (pillada OI) sendiri ada, cuma sampai sekarang masalahnya ada di kandidat. Kalau selama ini mengerucut hanya dua kandidat yaitu Ovi (Ahmad Wazir Noviadi) dan Ilyas,” kata Yudha, Selasa (14/7).

Menurut Yudha, komunikasi antara Golkar dengan Ilyas saat ini belum final, karena dari Ilyas menginginkan nama Endang PU Ishak yang notabanenya ketua DPD Golkar OI, namun DPD Provinsi mengusulkan nama ketua DPRD OI dari Golkar Suharto, ataupun ada nama mantan penjabat OI Yulizar Dinoto.

Baca Juga:  Belum Ada Transparansi Wilayah Konsesi dan Izin HPH . Walhi: Kita Harap Gubernur Sumsel Komitmen Perbaiki Masalah Itu

Sehingga partai Golkar masih mengkaji lagi dari hasil survei yang ada.

“Jadi, Pilkada OI paling panas, dan sangat mungkin Golkar maju sendiri, di mana ini sempat dibahas dalam Rakornis DPP. Golkar memang bisa menetapkan untuk mengeluarkan SK pada 6 September, karena Golkar tidak perlu koalisi di OI, tetapi kita akan lihat survei juga, menang tidak punya kita diusung nanti,” tandasnya.

Baca Juga:  Menjadi Masyarakat Pancasila di Era Digital

Selain itu, adanya nama Ovi menjadikan urusan sedikit menjelimet atau ruwet, mengingat Ovi adalah kader Golkar meski bukan pengurus dan ketua harian Kosgoro OI, yang notabanenya Ormas pendiri Golkar.

“Kalau ngomong Pilkada OI komplex, kita tidak tahu siapa nanti yang akan diusung, karena kajiannya panjang. Termasuk isu- isu masalah narkoba jadi perdebatan disitu. Kami dengan DPD selaku koordinasi, yang mana mencari jalan tengah yang terbaik dan yang diusung menang,” katanya.

Baca Juga:  Tergiur Logam Mulia Ratna Jadi Korban Penipuan dan Rugi Rp10 Juta

Menurutnya, DPP Golkar akan melakukan survei internal terhadap nama- nama balon yang ada, pada kisaran tanggal 14-21 Juli mendatang. Dimana hasil survei itu, akan dikaji tim Pilkada.

“Kalau selama ini, hasil survei mereka masing- masing dan saling klaim menang, sehingga Golkar memutuskan hasil survei sendiri. Survei menjadi tolak ukur Golkar menentukan paslon yang akan diusung, termasuk 3 Kabupaten lainnya (Mura, PALI dan OKU),” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...