Kapolda Sumsel Yang Baru Bisa Memasukkan Nilai -Nilai Lokal

Sosiolog Sumatera Selatan (Sumsel) Saudi Berlian
Palembang, BP
Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Priyo Widyanto resmi diganti. Priyo digantikan Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri yang sebelumnya menjabat sebagai As SDM Kapolri.Mutasi Kapolda Sumsel sesuai Surat TR bernomor : ST/1377/V/KEP/2020 tertanggal 1 Mei 2020. Kapolda Priyo terhitung enam bulan bertugas sebagai orang nomor satu Polri di Sumsel.
Irjen Pol Priyo sendiri diangkat dalam jabatan baru sebagai Sahlisosbud Kapolri. Dia menggantikan Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran MSi yang dimutasikan sebagai Kapolda Jatim.
Bagi Sosiolog dan budayawan Sumsel, Dr Saudi Berlian menilai pergantian Kapolda Susmel baru merupakan suatu bentuk penyegaran jabatan.
“ Nilai lebihnya karena beliau orang disini artinya beliau bisa membuat kebijakan terutama layanan dan perlindungan masyarakat, itu bisa memasukkan nilai nilai lokal sehingga bisa lebih mudah dan lebih paham, bukan karena isu kedaerahan tapi beliau punya kapasitas yang berbeda nah bedanya disitu,” katanya, Minggu (3/5).
Dengan kelebihan tersebut ,Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri diharapkan bisa paham dengan karakter Sumsel dibandingkan Kapolda Sumsel sebelumnya.
Untuk pekerjaan rumah yang harus di benahi di Sumsel dengan Kapolda Sumsel yang baru ini menurutnya terutama adalah masalah kriminalitas, ketertiban masyarakat.
“ Apalagi dengan virus corona ini ada tambahan yaitu disiplin masyarakat, kita berharap masa corona ini bisa lewat, kalau ini dianggap ujian dan ujian ini kita lolos kita dapat ijasah dan itu dipakai untuk menghadapi ujian-ujian selanjutnya,” katanya.

Kemas Ari Panji
Untuk kinerja kepolisian selama ini menurut penilaiannya relatif puas atau tidak .
“ Memang rasio polisi lebih banyak masyarakat dari polisi , kalau mau ideal belum dapat karena asumsi dasarnya ideal jumlah masyarakat sekian jumlah polisi sekian itu saja tidak dapat, jadi kita realistis saja,” katanya.
Sedangkan sejarawan Sumsel Kemas Ari Panji mengharapkan Kapolda Sumsel yang baru bisa mengatasi situasi keamanan di Sumsel agar lebih kondusif, apalagi beliau pernah di Sumsel sehingga tahu karakter dan budaya masyarakat Sumsel.
“ Malah beban beliau lebih berat dibandingkan kalau Kapoldanya dari kalangan pendatang ke Sumsel, karena beliau ada beban moral sebagai orang Sumsel,” katanya.
Dan dia berharap tingkat tingkat kejahatan di Sumsel bisa turun apalagi aksi kejahatan seperti aksi begal bisa hilang dari Sumsel. #osk