Warga Prabumulih Resah, Beredar Informasi Pasien Covid-19 Keliling Kota

28

Palembang, BP

Warga Kota Prabumulih, Sumatera-Selatan (Sumsel), dihebohkan dan mengaku resah dengan beredarnya informasi mengenai Paisen 09 yang positif terpapar virus Covid-19, keliling kota naik ojek. Bahkan, menurut netizen ada yang bertemu di pasar tradisional moderen.

Selain pasien 09, diketahui juga jika pasien 10, pernah ke kantor Grapari yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur.

Netizen sendiri, Sejak siang hingga malam ini Jumat, (3/4), digemparkan pesan berantai yang tersebar di media sosial baik whatsapp, group facebook yang isinya menyebutkan para pasien positif Covid-19 masih berkeliaran di tempat umum.

Baca Juga:  Pejabat Kodam II Swj Gelar Lomba Pukul Bantal

Ironisnya, dalam pesan berantai tersebut pasien 09, masih nekat naik ojek pergi ke pasar dan ke kawasan Sukajadi tempat orang tuanya tinggal.

“Info (dari wag IDI Prabumulih, red), Pasien positif nomor 09 masih beredar keluar rumah siang ini naik ojek ke Sukajadi ke rumah orangtuanya.

Yang bersangkutan tidak isolasi di RS, bahkan keluar rumah naik ojek. Agar bapak/ibu agar lebih hati-hati, terutama yang menggunakan jasa ojek termasuk saat pesan antar makanan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo dihubungi via telpon mengakui telah mengetahui informasi tersebut.

“Pasien itu rencana mau isolasi mandiri ke Sukajadi ke rumah orang tuanya, sepertinya secara psikologis dia menginginkan isolasi dan lebih sehat di rumah orang tuanya,” ujar Tedjo.

Baca Juga:  80 Wartawan Ikuti Field Trip FJM 2025 di Sungsang, Perkuat Sinergi Hulu Migas dan Media

“Katanya mobilnya sedang tidak ada karena ada di rumahnya di kawasan Lingkar, tapi seharusnya naik mobil saja, jangan naik ojek, untuk menghindari supaya tidak tertular,” tegasnya.

Disinggung kenapa tiga pasien tidak diisolasi di rumah sakit, Tedjo mengatakan sesuai pedoman pusat halaman 30 terkait Covid-19 dijelaksan positif tanpa gejala bisa dirawat dirumah dengan pengawasan.

“Untuk yang dua berusia tua besok mau diisolasi di rumah sakit walaupun memang tidak ada indikasi, untuk yang satunya bisa dirumah namun memang semestinya ada yang bisa mengetahui untuk penanganan atau pengertian bagus.”

Baca Juga:  Jelang Pilpres, Caleg DPRD Palembang Jumaidi Wiratama Deklarasikan Prabowo-Gibran Menang 1 Putaran

“Tapi kalau memang sudah berpengaruh ke sosial maka kita akan lakukan kebijakan diisolasi ke rumah sakit saja,” tegasnya protap dirumah tapi kalau berpengaruh sosial kita akan lakukan kebijakan itu.

Lebih lanjut Tedjo menuturkan, jika memang pasien masih tidak mau isolasi dirumah maka indikasinya bukan medis tapi sosial dan untuk keamanan warga ada pihak lain yang membidangi.
“Karena kalau indikasi medis tidak ada masalah paling sosial, maka akan kita lakukan kebijakan terkait itu,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...