KPU Sumsel Dapat Anggaran Hibah Rp6,3 Miliar Dari APBD Sumsel Tahun 2020

27
BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Selatan (Sumsel), Kelly Mariana didampingi komisioner KPU Sumsel lainnya Amrah Muslimin dan Hepriyadi saat menjelaskan kepada wartawan dikantor KPU Sumsel, Kamis (30/1)

Palembang, BP
Dalam APBD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun anggaran 2020 KPU Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendapatkan anggaran hibah sebesar Rp 6, 3 miliar.

“Dalam APBD 2020 , usulan kami Rp10,4 miliar tapi kemarin di DPRD dikoreksi , kalau tidak salah kami dapat Rp6,3 miliar, kalu tidak salah,” Ketua KPU Sumsel Kelly didampingi komisioner KPU Sumsel lainnya Amrah Muslimin dan Hepriyadi kepada wartawan dikantor KPU Sumsel, Kamis (30/1).

Anggaran tersebut akan dipergunakan untuk penguatan kelembagaan KPU Sumsel dan KPU di 17 Kabupaten dan kota di Sumsel.
“ Jadi , bimtek-bimtek, kita juga tidak punya anggaran untuk supervisi dan monitoring untuk pilkada ini dari KPU RI, kita harapkan dari anggaran hibah KPU provinsi, termasuk bantuan sosialisasi , bimtek, pengumuman, sosialisasi dalam bentuk iklan,” katanya.

Baca Juga:  Krisis Kepercayaan, Masalah Besar Indonesia

Pihaknya juga merencakan apel siaga 7 kabupaten kota di Sumsel dilakukan di Palembang mengundang semua PPK.

“ Itu kalu duitnya lah ado, belum pacak dijadwalke, mungkin sebelum Juni, itu PPK-PPS sudah ado tapi yang kami undang batas PPK kalau PPS diundang banyak nian, “ katanya.
Sebelumnya Komisioner KPU Sumsel Amrah Muslimin mengatakan, anggaran hibah untuk KPU Sumsel di APBD 2020 akan digunakan oleh KPU Provinsi dalam rangka untuk sebagai penanggung jawab pelaksanaan pilkada 7 kabupaten kota baik dalam bentuk monitoring terhadap pelaksanaan maupun dimungkinkan juga adanya kegiatan-kegiatan misalnya penguatan kelembagaan yang tidak tercover oleh kabupaten itu bisa dibantu KPU Provinsi.

Baca Juga:  Ketua KPU Palembang Diperiksa 3 Jam

“Misalnya kegiatan penambahan rapat kerja KPU provinsi dapat mengundang PPK, KPU kabupaten untuk rapat kerja dalam rangka melaksanakan tahapan pilkada, misalnya PPK kita lakukan bimtek , kami juga ada rencana apel siaga menjelang pilkada 2020 itu melibatkan seluruh PPK se Sumsel, “ kata Amrah.

“ Jadi kami mengelola APBD, kalau APBN ini khan rutin , honor, gaji ada kegiatan-kegiatan tapi sedikit sekali, kegiatan sebatas rakor, rakor itu dianggaran DIPA kami untuk 2020 hanya dua kali, rakor itu untuk kabupaten kota , sementara persoalan di 2019 waktu pileg terjadinya tidak di KPU kabupaten tapi di PPK, justru itu KPU Provinsi menilai perlu adanya penguatan kelembagaan,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...