Di Bali dan di Rengat, Acara 5 Januari Berlangsung dan Perang di Palembang Cukup Besar

Apakah Orang Masih Ingat Peran dr Isa dan Gani?

72
BP/IST
Anne-Lot Hoek

Palembang, BP–Anne-Lot Hoek adalah seorang jurnalis/peneliti, sejarawan dari Belanda dan sejak beberapa tahun  lalu  mengerjakan sebuah buku tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia di pulau Bali. Dia menerbitkan berbagai artikel seputar dekolonisasi di media dan, sehubungan dengan penelitiannya pada tahun 2016, ia juga fellowship di lembaga penelitian KITLV dan juga sebagai journalist-in-residence fellowship di NIAS, Amsterdam.

Sebelumnya, dia mempelajari perjuangan kemerdekaan Namibia dan khususnya yang berkaitan dengan penanganan pelanggaran hak asasi manusia di Universitas Amsterdam. Dia juga berpartisipasi dalam sebuah proyek penelitian mengenai sejarah penelitian negara-negara berkembang untuk Pusat Studi Afrika di Leiden. Untuk proyek itu, ia melakukan penelitian di Zambia, Kamerun, Mali dan Bolivia.

Baca Juga:  Jatanras Polda Sumsel Limpahkan Perkara Pemalsuan SPH ke Kejaksaan

Anne pernah menulis aksi polisionil Belanda di Palembang di tahun 1947 berjudul De verzwegen moordpartij van Palembang di situs Java.Nl yang berkaitan erat dengan perang lima hari lima malam di Palembang dari tanggal 1 hingga 5 Januari 1947 termasuk jumlah korban diperang lima hari lima malam.

“Saya seorang jurnalis dan sejarawan dan saya menulis tentang peristiwa tragis ini untuk majalah berita Belanda pada tahun 2017. Saya bertanya-tanya, apakah ada informasi sejarah baru tentang hal ini dari pihak Indonesia,” kata Anne dalam tulisan bahasa Inggrisnya melalui Fb Messanger, Kamis (9/1) malam kepada Beritapagi.

Anne juga mempertanyakan , apakah acara tahunan guna memperingati perang lima hari lima malam di Palembang ? Dan kegiatan seperti apa?

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Kunjungi Kanwil Kemenkumham Sumsel

Setelah Beritapagi memberitahukan kalau tahun ini tidak ada peringatan perang lima hari lima malam dan terakhir di tahun 2019 sejumlah komunitas menggelar kegiatan diskusi dan seni di Monpera guna memperingati perang lima hari lima malam.

Anne sempat mengungkapkan keperihatinannya lantaran tidak ada peringatan perang lima hari lima malam di kota Palembang pada awal Januari 2020.

“Jadi biasanya Palembang tidak memperingati acara ini? Hanya tahun ini? Apakah cerita masih memainkan peran penting bagi kota?tanya Anne.

Anne menilai aneh, kalau Palembang tidak memperingati perang lima hari lima malam setiap tahunnya.

Baca Juga:  Polisi Gerebek Rumah Penjual Tuak Di Kertapati

“Ya Itu Aneh, Di Bali Dan di Rengat , Acara 5 Januari Berlangsung, Ada Upacara Peringatan Tahunan. Dan Perang Di Palembang Cukup Besar. Apakah orang Masih Ingat Peran dr Isa Dan Gani?tanyanya lagi.
Walaupun demikian Anne berjanji kan tetap menulis sejarah terutama kaitan dengan Palembang.

“Saya menulis artikel dalam bahasa Inggris untuk penelitian yang lebih besar dan saya akan menghubungkan Palembang dengan cerita lain. Jadi ya ada banyak informasi di arsip belanda, itu akan diterbitkan tahun ini atau tahun depan,” katanya sembari meminta diberitahu kalau ada informasi menarik sejarah Palembang dari perspektif Indonesia.#osk

Komentar Anda
Loading...