Usai Listrik Nyala 24 Jam, Dodi Janjikan Air Bersih dan Jalan Poros Antar-Desa Bagi Masyarakat Lalan

Muba, BP–Akhir tahun 2019 tampaknya menjadi moment berharga bagi masyarakat Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Pasalnya, permasalahan listrik yang dihadapi bertahun-tahun, kini sudah dapat teratasi.
Dimana masyarakat Lalan sudah dapat menikmati listrik 24 jam berkat kerjasama Pemkab Muba melalui PT Muba Elektrik Power (MEP) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Muba dengan PT PLN.
Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin, mengatakan, sejak Kecamatan Lalan berdiri, untuk pertama kali dapat disaksikan listrik di Lalan menyala 24 jam. Penantian, dan perjuangan masyarakat Lalan tidak bisa dibayar dengan apapun.
“Ribuan tiang listrik dibangun dari GI Sungai Lilin masuk ke jaringan PT MEP akhirnya Lalan tersambung listrik. Listrik ini luar biasa, dahulu dibangun jaringan dan menggunakan mesin genset,” ujar Dodi saat dibincangi usai acara Peresmian Penyambungan Listik Nyala 24 Jam, di Desa Sukajadi Lalan, Rabu (18/12/2019).
Dikatakan Dodi, dua tahun lalu, dari lima mesin genset yang digunakan untuk mengaliri listrik di Kecamatan Lalan ada 1 mesin genset overhool, 2 mesin terbakar, 1 tidak maksimal, 1 mesin hidup. “Wajar saja lima hari mati, satu hari hidup. Pusing kepala saya, akhirnya saya bilang beri saya waktu 2 tahun permasalahan listrik Lalan selesai,” beber dia.
Sedangkan untuk jalan poros antar desa, tahun depan (2020) akan segera dibangun dengan begitu akses transportasi masyarakat dapat bejalan dengan baik antar desa. “Di kecamatan lain ada jalan poros antar desa, di Lalan juga kita bangun sepanjang 44 Km dari sebelah timur ke barat atau dari Desa Karang Makmur ke Desa Suka Makmur, kita anggarkan di ABT 2020 sebesar Rp10 miliar, saya minta dukungan bagi seluruh anggota DPRD dan masyarakat,
sehingga nantinya akses transportasi bisa sangat mudah,” jelas dia.
Khusus untuk air bersih, orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate ini menuturkan, dirinya saat ini tengah mencari formula dan teknologi yang tepat agar pengelolaan air di Kecamatan Lalan dapat lebih baik, sehingga tidak asin atau payau lagi.
“Saya lagi putar otak bagaimana air bersihnya bagus. Karena Lalan ini sulit, air bakunya payau. Kita dapat bantuan instalasi air bersih dari pusat hampir Rp10 miliar yang bisa mengaliri 500 rumah tangga, saya bangunkan di Lalan. Kita cari teknologi yang paling tepat, kalau sumur bor bisa saja, tapi kalau dapatnya air asin sayang juga. Sekarang teknologinya, supaya airnya tidak asin lagi. Sebelum 2022 mudah-mudahan masyarakat Lalan dapat menikmati air yang tidak asin lagi,” janji Dodi.
Sementara, Tokoh Masyarakat Lalan, I Wayan Badra, mengatakan, sekarang persoalan listrik sudah tidak menjadi masalah lagi bagi masyarakat Lalan. “Beberapa hari ini masyarakat Lalan memang kaget keluar malam bisa melihat listrik hidup diluar rumah dan dipinggir jalan. Kita juga kaget jalan darat sudah dapat dilalui dengan baik menuju Sungai Lilin. Puskesmas yang dibangun sangat bagus dan megah sehingga dapat dinikmati masyarakat Lalan,” terang dia.
Atas capaian ini, kata dia, masyarakat Lalan mengucapkan banyak terima kasih. “Kami mengapresiasi kerja Bupati Muba, ini kerja nyata dan tidak bisa dipungkiri lagi. Kami hanya bisa membalas dengan doa, semoga Bapak Bupati selalu sehat dan dapat bekerja untuk memajukan Muba,” jelas dia.
Hal senada juga dikatakan Dwi Ritasari, nyalanya listrik 24 jam menjadi berkah tidak ternilai bagi masyarakat Lalan. “Kedepan kami berharap air bersih ada, air disini asin. Kalau kemarau susah, kita mandinya di sungai. Ternasuk juga jalan poros antar desa.#arf