Orangtua Harus Waspada, Penipuan Mengaku Anak Kecelakaan Makin Marak

54

 

PENIPUAN-SMP Negeri 40 Palembang, salah satu sekolah yang menjadi modus pelaku penipuan.

Palembang, BP

Orangtua siswa kini harus ekstra berhati-hati. Pasalnya, kini ada modus penipuan dengan modus menelpon wali murid dan menyampaikan anaknya kecelakaan. Bahkan, sudah ada 40 wali murid nyaris tertipu oleh Orang Tak Dikenal (OTD).

Seperti yang diungkap Edo, salah satu wali murid yang mendatangi sekolah anaknya di SMPN 40 Palembang, Kamis (3/10/2019). Dia menceritakan, OTD meminta wali murid kemudian meminta sejumlah uang untuk ditransfer. Sontak puluhan wali murid ada yang mendatangi langsung ke sekolah, menelpon kepala sekolah dan memastikan anak-anaknya dalam kondisi sehat.

Baca Juga:  Jalur TPA SMAN 14 Dilakukan Secara Protokol Kesehatan Ketat

“Tadi awalnya sekitar pukul 10.30 WIB OTD menelpon. Kebetulan gak terangkat dan kedua saya angkat dan sambil nangis dan mengatakan anak saya jatuh dari tangga,” kata Edo.

Menurut Edo, ia sempat menduga itu modus penipuan tapi ia sempat penasaran lantaran nama anaknya Rahmat Hidayat sekolah di SMPN 40 Palembang, kemudian nama dirinya hingga alamatnya. Dan meminta segera mentransfer sejumlah uang.

“Setelah itu saya jawab saya kroscek lagi dan saya telpon. Kemudian saya telpon ke sekolah ternyata saya adalah salah satu dari puluhan yang juga mengalami hal serupa. Akhirnya saya langsung ke Polda menanyakan no hp yang menelpon saya ternyata berdasarkan IT Polda penelpon ada di Sulawesi Selatan,” terangnya.

Baca Juga:  Sosialisasikan  Pilkada di Kota Palembang, KPU Palembang dan Kobar 9 Gelar Dul Muluk

Kepala SMPN 40 Palembang Wahyuni menjelaskan, kejadian awal wali murid satu per satu datang mulai pukul 10.00 WIB. Kata dia, banyak alasan yang disamlaikan dengan nomor yang berbeda. Ada yang mengabarkan siswa kita jatuh dari tangga, ada yang lari patah kaki dan lainnya.

“Namun saya sampaikan kepada wali murid bahwa anak-anak sehat semua kalau pun ada kecelakaan di sekolah pasti pihak sekolah yang pertama menelpon,” terangnya.

Baca Juga:  Dua Sekolah di Sumsel Gelar UN CBT

Ia mengaku, dari puluhan wali murid yang datang dan menelpon tak ada yang mengalami penipuan. Hanya saja hal ini membuat wali murid resah dan mbuat gaduh.

“Kami juga sudah melaporkan hal ini ke kepolisian Sukarami dan juga Lurah setempat,” pungkasnya. #gik

Komentar Anda
Loading...