Kasus Papua Bisa Diselesaikan Dengan Pendekatan Budaya

17
 Mervin Komber

Jakarta, BP–Anggota DPD RI   Mervin Komber gera diselesaikan   di Malang dan Surabaya. Pemerintah pusat pun tidak perlu mengirimkan pasukan keamanan ke Papua.

“Masalahnya diawali dari Surabaya dan Malang. Mestinya kasusnya berhenti di situ saja, bila kepolisiam setempat mengambil tindakan yang cepat dan tepat,” ujar Senator dari Papua tersebut  di ruangan BK,  DPD RI Jakarta, Rabu (21/8).

Baca Juga:  Aiptu FN Pelaku Penusukan dan Penembakan Debt Collector Diproses Pelanggaran Etik Polri dan Pidana

Mervin menyesalkan sikap Polda Jawa Timur, terutama Poltabes Surabaya. Sebab, Poltabes Surabaya mengevaluasi puluhan mahasiswa le kantor polisi dari asrama. Jika kepolisian ingin mengamankan mahasiswa Papua dari asrama, cukup aparat keamanan yang menjaga arama, bukan malah membawa mahasiswa ke kantor polisi.   “Inilah salah satu penyebab  yang membikin orang Papua tersinggung. Saya minta Kapolri menindak aparat kepolisian di Polda Jatim yang kurang pas menangani persoalan. Dan polisi harus sergera menangkap orang yang pertama kali membuat viral,” jelasnya.

Baca Juga:  Mahyudin: DPD RI Berperan Merajut Persatuan Daerah

Menurut Mervin, pemerintah tidak perlu melakukan pendekatan keamanan ke tanah papua untuk mengatasi konflik, cukup dengan pendekatan budaya dan persuasif. Pemerintah Provinsi Papua dengan Pemerintah Jawa Timur harus duduk bersama membicarakan duduk persoalan. “Pemerintah pusat harus segera turun tangan mengajak pemerintah setempat berdialog dan DPD juga siap menjadi mediator untuk mengatasi persoalan itu,”  paparnya. #duk

Baca Juga:  Polsek Pasang Larangan Berpolitik di Tempat Ibadah

Komentar Anda
Loading...