Konser Westlife Harus Tampilkan Budaya Sumsel

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal., SP, M.Sc
Palembang, BP
Grup musik terlaris di abad 21 dari Inggris, Westlife akan menggelar konser di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang pada 18 Agustus 2019 mendatang
Konser yang diselenggarakan oleh Neutron Live Asia tersebut merupakan gelaran konser reuni bertajuk “Westlife-The Twenty Tour 2019” dalam rangka merayakan 20 tahun karir musik Westlife.
Untuk itu pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan kepada pihak penyelenggara konser Westlife dalam konsernya harus mengangkat nilai-nilai budaya Sumsel dalam konsernya tersebut.
“ Kemarin saya kasih saran, boleh tampil Westlife, musik barat tapi tidak boleh meninggalkan budaya Sumatera Selatan, minimal satu , dua kali penampilan mereka harus pakai atribut Sumsel, paling tidak mereka nyanyi pakai tanjak, silahkan orang barat datang, silahkan orang luar Sumsel mau bikin konser, musik, silahkan tapi dalam acaranya saya berharap nuansa Sumatera Selatan tetap muncul, minimal dia berpakaian Sumatera Selatan, pakai tanjak atau mungkin berikan kesempatan seniman Sumsel untuk tampil sebelum Westlife tampil supaya budaya kita, seni kita tidak tergerus oleh masuknya budaya barat, alhamdulilah mereka sepakat , tinggal bagaimana cara pengaturan untuk penampilan mereka,” kata Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal., SP, M.Sc usai membuka Workshop Kesenian Tari, Rupa, Sastra, Teater dan Musik di Gedung Kesenian Graha Budaya, Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Palembang dari tanggal 15 hingga 25 Juli 2019, Senin (15/7).
Dia berharap kegiatan-kegiatan seperti konser atau apapun kegiatan terutama dari luar Sumsel yang tampil di Sumsel untuk tidak menghilangkan budaya Sumsel dalam kegiatannya.
“ Boleh saja mereka tampil dengan budaya daerah lain , seperti band Westlife mau datang silahkan.. Westlife musik barat, tapi bagaimana kita mencoba muatan lokal kita tidak hilang, maka salah satunya mereka pakai tanjak, tampil pakai tanjak atau mungkin pakai selempang songketkah sehingga nuansa Sumsel tetap muncul di situ jadi tidak hilang ,” katanya.
Pemakaian pakaian adat Sumsel ini saat ini masih sekadar himbauan .
“ Tapi kemarin panitianya sudah menyetujui, bila perlu kita buat perda , peraturan, siapa saja yang bikin konser atau bikin kegiatan di Sumsel mereka wajib membawa atau menampilkan nuansa-nuansa Sumsel dengan berbagai macam cara, Sumsel jangan hilang budaya Sumsel ini,” katanya.#osk