Serikat Kerja Pertamina RU III Minta LNG 100% Milik Negara

35

Palembang, BP

 

Pengalihan bisnis gas existing, LNG existing, Jargas, dan SPBG dari Pertamina ke PGN mendapat reaksi penolakan. Di Palembang Serikat Pekerja Pertamina RU III menuntut agar pemerintah mempertahankan bisnis elpiji tersebut pada Pertamina.

“Serikat pekerja Pertamina menolak keras ambil alih bisnis LNG dari Pertamina ke PGN. Bisnis LNG 100 persen harus tetap untuk negara,” ujar Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina RU III Muhamad Yunus, di kantornya, Senin (15/7).

Baca Juga:  Libur Sekolah, Natal dan Tahun Baru, Bus Yoanda Prima Alami Lonjakan Penumpang Sebanyak 40 Persen

Yunus menyebutkan pihaknya juga meminta pemerintah atau melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan Pertamina dapat menyusun program kerja rencana Bisnis LNG yang mendukung Security of Supply Nasional.
“Proses bisnis LNG ini bersifat jangka panjang, jadi upaya ini dilakukan untuk tetap menjaga kedaulatan energi nasional,” katanya.

Selain itu pihaknya juga mendesak untuk menghentikan segala upaya pengalihan proses bisnis LNG yang dilakukan melalui Holding Migas ke PGN karena menyebabkan potensi kerugian negara karena kepemilikan saham publik di PGN 43,04 persen ada lokal dan asing.

Baca Juga:  Pasar Cinde Bakal Dibangun 15 Lantai

“Pada intinya kami yang tergabung di Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan bahwa Bisnis LNG mempakan bisnis masa depan yang harus dijaga dan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” katanya.

 

Menurut dia, negara akan memberikan kontribusinya ke rakyat melalui pembangunan insfrastruktur yang ada, akan tetapi jika nanti dikurangi 100 % itu jelas mengurangi program dari pemerintah.

Baca Juga:  SKK Migas Bersama Citic Seram Temukan Cadangan Gas di Pulau Seram Maluku

Berangkat dari itu, pekerja Pertamina yang tergabung dalam federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyatakan bahwa bisnis LNG merupakan bisnis masa depan perusahaan yang harus dijaga eksistensinya sehingga negara akan mendapatkan 100% keuntungan yang digunakan untuk sebesar-besamya bagi kemakmuran rakyat.

#ren

Komentar Anda
Loading...