Pendidikan SMA Negeri di Sumsel Mahal, Sekolah Gratis Dipertanyakan

Muaraenim, BP—Anggota DPRD Muaraenim dari Fraksi PAN, H Faizal Anwar SE menilai pendidikan SMA negeri sederajat di Sumsel cukup mahal dan terjadi diskriminasi. Soalnya ada pembedaan antara sekolah SMA Negeri paprorit dengan sekolah SMA negeri yang tidak paporit.
“Kami menilai pendidikan SMA Negeri sederajat di Sumsel cukup mahal dan telah terjadi diskriminasi. Karena SMA Negeri paporit saat ini biaya pendidikannya cukup mahal sehingga hanya orang orang berduitlah yang bisa bersekolah di SMA N tersebut,” tegas Faizal.
Sedangkan masyarakat berasal dari keluarga tidak mampu dan ekonomi pas pasan tidak berani memasukkan anaknya ke sekolah SMAN paporit, karena takut tidak mampu membiayainya. Akhirnya mereka memasukkan anaknya ke sekolah SMA Negeri yang tidak paporit dan bahkan terpaksa memasukkan anaknya ke SMA swasta.
Padahal, lanjut Faizal, UU telah mengamatkan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Namun yang terjadi telah terjadi diskriminasi pendidikan bagi masyarakat, namun pemerintah terkesan melakukan pembiaran.
“Yang menjadi pertanyaan, apakah kualitas pendidikan itu, akan sama didapatkan anak anak yang menimba ilmu di sekolah SMA negeri non paporit dengan SMA negeri paporit,” tanya Faizal.
Lalu lanjutnya, mana realisasi janji politik pendidikan gratis yang disampaikan Gubernur Sumsel saat kampanye lalu.
“Toh pada kenyataannya masyarakat yang hendak menyekolahkan anaknya di SMA Negeri paporit harus mengeluarkan biaya besar. Dan kondisi ini terjadi hampir diseluruh SMA Negeri paporit yang ada di Sumsel termasuk di SMA Negeri paporit yang ada di Kabupaten Muaraenim,” tegas Faizal.#nur