Pekan Pustaka Palembang, Pamerkan Koleksi Pustaka dan Manuskrip Kuno

Suasana Pekan Pustaka Palembang yang dimulai dari 21-28 April 2019 di lantai III Perpustakaan Masjid Agung Palembang.
Palembang, BP
TIGA perpustakaan di kota Palembang yaitu Perpustakaan Masjid Agung Palembang , Perpustakaan Umariyah dan Perpustakaan Al Washliyah memamerkan beragam koleksi pustaka dalam Pekan Pustaka Palembang yang dimulai dari 21-28 April 2019 di lantai III Perpustakaan Masjid Agung Palembang.
Puluhan koleksi pustaka dan manuskrip kuno ditampilkan termasuk Alquran tertua di Asia Tenggara yang ditulis pada tahun 1848.
Wakil Ketua Yayasan Masjid Agung Palembang Kms Andi Syarifuddin mengatakan , dalam pameran ini dipamerkan koleksi langka baik dari manuskrip atau naskah (tulisan tangan asli) dengan kertas dari eropa yang berusia 2 abad lebih.
“Mulai dari manuskrip dan juga percetakan lama dari bahasa melayu, belum bahasa latin,” katanya, Minggu (21/4).
Di Palembang dulu menurutnya, sudah ada percetakan dimana cetakan yang pertama di Palembang itu yang diusahakan oleh Syech Kemas Haji Muhammad Azhari Bin Abdullah Al Palembani yang mencetak Palembang pertama kali tahun 1848 dan tertua di Asia Tenggara.
“ Selain itu ada juga penerbit lain dari percetakan pribumi dari keturunan Arab tahun 1862 di 13 Ulu, ada lagi Ali Masawa, ada juga keturunan Cina seperti Percetakan Ciau Pau tahun 1930, Bang Sing Huat ada itu dipamerkan ada cetakan milik orang cina tapi uniknya dalam bahasa arab melayu, sangkin penting bahasa arab melayu dulu sehingga orang-orang cina mencetak kitab-kitab atau buku-buku dalam bahasa arab melayu tentang soal keagamaan, apa motivasinya mungkin segi ekonomi dan sebagainya, memang cukup unik dan Palembang sudah cukup maju pada waktu itu,” katanya.
Setelah itu baru dikenal aksara latin sekitar tahun 1920, dan penulis Palembang pertama yang mencetak buku sejarah adalah Raden HM Akib yang mengarang kitab pertama kali tentang Sejarah Melayu Palembang tahun 1929.
“ Disini kita pamerkan percetakan Palembang dari masa ke masa atau dari waktu ke waktu dari manuskrip , percetakan tertua berbahasa arab melayu dan buku baru yang beraksara lain,” katanya.
Kegiatan ini menurut Andi harus lebih di galakkan lagi terutama generasi muda dan mahasiswa untuk memperkenalkan warisan khazanah ulama Palembang dan penulis tempo dulu.
“ Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas panitia yang menyelenggarakan kegiatan ini selama sepekan yang dilaksanakan di Yayasan Masjid Agung Palembang, “ katanya.
Salah satu panitia, Muhammad Jufri Al Palembani mengatakan tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan minat baca di kalangan generasi muda disaat ini dianggap langka apalagi buku buku dianggap barang jadul oleh generasi sekarang.
“ Kami ingin menumbuhkembangkan kembali ke buku , istilahnya” katanya.
Salah satu pengunjung, Agil Aisyah mengatakan dengan adanya pameran buku ini setidaknya memberikan pengetahuan lebih mendalam mengenai sejarah Kota Palembang.
“Kebetulan juga saya pendatang dari Jawa. Penempatan kerja di sini jadi iseng datang. Kegiatan seperti ini cukup bagus dan mestinya bisa dikemas lebih menarik sehingga lebih banyak dikunjungi masyarakat.” katanya.#osk