Disbud kota Palembang Gelar Sosialisasi Cagar Budaya

114
BP/DUDY OSKANDAR
Pemerintah kota Palembang melalui Dinas kebudayaan (Disbud)  kota Palembang menggelar sosialisasi cagar budaya tahun 2019 di Hotel 101 Palembang, Kamis (28/3).

Palembang, BP

Pemerintah kota Palembang melalui Dinas kebudayaan (Disbud)  kota Palembang menggelar sosialisasi cagar budaya tahun 2019 di Hotel 101 Palembang, Kamis (28/3).

  Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang , Siti Emma Sumiatul Ssos Msi didampingi Kabid Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Abdul Gani mengatakan, sudah ada 384 cagar budaya di kota Palembang yang tercatat di regnas.

” Untuk tahun ini  ada sekitar 70 yang akan di akan disampaikan ke registrasi nasional baik kawasan dan benda,” katanya.

Baca Juga:  Jokowi Makan Ikan Belida

Menurutnya  sejauh ini sudah ada peninggalan yang ditetapkan sebagai cagar budaya seperti diantaranya Almunawar, Kampung Kapitan. 

“Masih sedikit ini karena terbentur belum terbentuknya Tim Ahli Cagar Budaya Palembang (TACB), baru ada provinsi, kota belum, semoga tahun ini terbentuk,” ujarnya. 

Sesuai dengan UU nomor 10 tahun 2011, seluruh wilayah harus mendaftarkan cagar budaya di wilayah masing-masing. Pada proses penetapan, nantinya menteri akan menetapkan apakah cagar budaya ini tingkat nasional atau daerah.

Baca Juga:  Gelar Reses, Ketua DPRD Sumsel Terima Banyak Aspirasi Masyarakat Palembang

Belum adanya payung hukum atau Perda yang menaungi cagar budaya Palembang, maka pihaknya saat ini sedang menyusun rancangannya. Seperti adanya temuan peninggalan bersejarah, selain ada yang menghibahkan ada juga yang menjual bahkan ke luar negeri. Pihaknya kurang bisa memantau juga belum ada payung hukumnya yang menegaskan.

“Temuan-temuan barang bersejarah itu harus dilaporkan dan nantinya akan diteliti,” katanya.

Baca Juga:  Anas Urbaningrum Resmikan Rumah Singgah Nusantara PKN Sumsel

Sedangkan pembicara dari kalangan akademisi Dedi Irwanto dari FKIP Unsri, Tutur Lussetyowati dari FT Arsitektur Unsri,  Dr. Kgs. Syarifuddin dari FKIP Pendidikan Sejarah Unsri dan Amilda dari UIN Raden Fatah.#osk

Komentar Anda
Loading...