Sesjen MPR: Peran Humas Jembatan Komunikasi Negara dan Rakyat

Jakarta, BP–Sekretaris Jenderal (Sesjen MPR RI) Ma’ruf Cahyono menegaskan, peran kehumasan lembaga dan kementerian negara sebagai penghubung antara negara dan masyarakat. Kehumasan memiliki satu psikologi hubungan, antara negara dan masyarakat.
“Peran dan hubungan kehumasan tersebut tentu saja sangat penting terutama sebagai jembatan komunikasi kepada rakyat,” ujar Ma’ruf saat membuka acara Forum Tematik Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) MPR RI dengan tema ‘ Peran Lembaga MPR di Tahun Politik’, di Ruang Delegasi, Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa (18/12).
Menurut Ma’ruf, sering terdengar isu bahwa bangsa Indonesia terancam disorientasi, distrust dan disobedience. Ini sangat berbahaya jika terjadi dan meluas dalam tataran kenegaraan. Di sinilah, peran kehumasan untuk membalik isu ancaman tersebut menjadi positif dan baik untuk masyarakat dan negara.
Dijelaskan isu disorientasi, bagaimana kehumasan berperan agar seluruh anak bangsa memiliki orientasi berbangsa dan bernegara yang sewajarnya, selayaknya dan senormalnya sesuai harapan the founding fathers Indonesia. Iisu distrust, bagaimana kehumasan mampu menghilangkan distrust masyarakat kepada negara menuju masyarakat yang menaruh kepercayaan penuh terhadap bangsa dan negaranya. Jika, peran tersebut diupayakan maksimal dan berhasil akan muncul satu kekuatan yang menghilangkan disobedience atau pembangkangan.
Jika disobedience tidak terjadi, kata dia, tentu negara dan masyarakat berada dalam hubungan yang selaras, baik, saling mendukung dan pada akhirnya segala yang dicita-citakan bersama akan mudah untuk diwujudkan. “Saya kira peran-peran kehumasan tersebut sangat luarbiasa, peran humas tidak hanya masuk dalam tataran-tataran rutin keseharian yang biasa dilakukan tapi masuk juga dalam tataran besar salah satunya bagaimana mewujudkan itu semua membalik ancaman tiga ‘dis’ tadi,” katanya.
Kehumasan, lanjut Ma’ruf, harus terdepan menyampaikan pesan kepada masyarakat, tapi tidak hanya pesan di permukaan saja, namun pesan yang betul-betul memberikan pengaruh. Pengaruh tersebut, ditataran MPR sangat tinggi harapannya yakni bagaimana sistem nilai sampai kepada masyarakat.
“Intinya, apapun yang akan kita lakukan dalam melakukan peran kehumasan dan layanan informasi kepada masyarakat, pada akhirnya merupakan harapan besar kita semua adalah, bagaimana masyarakat mampu menciptakan satu kondisi bangsa yang berorientasi kepada masa depan bangsanya, kedua masyarakat yang percaya kepada bangsanya dan ketiga adalah masyarakat yang patuh pada bangsa dan negaranya,” tandasnya.
Soal tahun politik 2019, Ma’ruf menjelaskan, peran serta aktif seluruh masyarakat secara baik dan bijaksana akan membawa bangsa Indonesia menuju ke arah kebaikan demokrasi dan kebaikan secara keseluruhan.
“Tahun politik 2019, kita sikapi dengan bijaksana dan dewasa. Proses tahapan demokrasi yang sudah kita lalui sesungguhnya yang mematangkan kita menyongsong demokrasi 2019 dengan cara demokratis yakni cara-cara Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara kita,” paparnya. #duk