Mahasiswa FH Unsri Juara I Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi tingkat Nasional

Delegasi ALSA Local Chapster FH Unsri bersama Wakil Dekan III FH Unsri, Prof Dr H Abdullah Gofar, SH MH dan orang tua, usai melakukan Welcoming Ceremony di Aula FH Unsri, Rabu (21/11)
Palembang, BP
Delegasi mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwijaya (Unsri) berhasil menjadi Juara I Tingkat Nasional dalam Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, 16-20 November 2018.
Sebanyak 18 mahasiswa yang tergabung dalam Asia Law Students Asosiation (ALSA) Local Chapster Unsri ini didaulat sebagai juara pertama, setelah mendapatkan predikat Majelis Hakim terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Saksi Terbaik, Panitera Terbaik, Berkas Terbaik dan Ahli Terbaik.
Lomba yang bertajuk National Anti Corruption Moot Court Competition (NACMCC) merupakan kompetisi peradilan semu tingkat nasional pertama di Indonesia yang memperebutkan Piala KPK.
Kompetisi NACMCC ini diikuti oleh sepuluh kampus dari berbagai daerah yakni Universitas Sriwijaya, Universitas Suryakancana, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas HKBP Nommensen, UIN Alauddin, Universitas Muslim Indonesia, UIN Ar-Raniry, Universitas Samudra, IAIN Zawiyah Cot Kala.
Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsri, Prof Dr Abdullah Ghofar SH MH saat membuka acara Welcoming Ceremony di Aula FH Unsridi Bukit Besar Palembang, Rabu (21/11) mengatakan, delegasi mahasiswa FK Unsri yang mengikuti kompetisi peradilan semu piala KPK RI sudah berangkat ke Aceh pada 13 November 2018.
Menurutnya , untuk meraih prestasi itu bukanlah suatu proses yang gampang, karena mereka harus menyiapkan berkas saja berjibabku siang dan malam selama tujuh bulan baru mengikuti kompetisi tersebut.
Menurutnya kalau FH Unsri sebelumnya juga mengikuti debat yang dilaksanakan MPR untuk tingkat regional di Palembang menjadi juara satu dan juga meraih juara II pada kompetisi yang dilakukan Universtas Islam Syarif Hidayatullah yang dilaksanakan di Jakarta.
“Kami sangat mengapresiasi capaian prestasi yang sangat luar biasa ini ,” katanya.
Wakil Rektor IV – Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Unsri Dr. Ir. A. Muslim, M.Agr mengapresiasi dengan prestasi yang di raih anak didiknya tersebut.
“Tahun ini saya lihat perkembangannya begitu baik sekali dan saya sangat berharap kedepan nilai kegiatan dan capaian juara mahasiswa bisa tinggi,” katanya.
Dia berharap kegiatan mahasiswa ini terstruktur, sistimatik dan biasanya kegiatan tersebut bisa menghasilkan juara.
“ Kalau bisa jangan juara nasional juga bisa juara level Asian, Eropa dan Dunia,” katanya.
Sedangkan Ketua Komisi III DPRD Sumsel, Holda menyambut baik dengan diraihnya piala bergilir dalam kompetisi peradilan semu piala KPK RI tersebut.
“Kami menyambut baik, ini merupakan prestasi luar biasa yang diraih oleh delegasi mahasiswa FK Unsri,” katanya sembari menyarankan agar mahasiswa ini bisa menunjukkan keberhasilannya kepada Gubernur Sumsel dan DPRD Sumsel agar apa yang diinginkan bisa di kabulkan.
“ Apalagi BUMN dan BUMN wajib mengeluarkan CSRnya, ini kami sebagai anggota DPRD dari Komisi III bisa mendorong untuk menganggarkan dibidang pendidikan ini, percayalah DPRD Sumsel sangat berkomitmen pada anggaran yang berpihak pada mahasiswa terutama pendidikan di Sumsel, “ katanya.
Sementara itu Ketua Delegasi FH Unsri, M Ridwan mengatakan, mereka mempersiapkan selama tujuh bulan untuk mengikuti kompetisi peradilan semu piala KPK RI tersebut.
Dia mengucapkan terima kasih semua pihak terutama dari Unsri sehingga mereka bisa menang dalam kompetisi ini.
“Sampai hari ini banyak sekali biaya biaya yang kami butuhkan mungkin lebih daro 70 juta untuk berkas sendiri hampir Rp20 juta belum biaya lain ,” katanya sembari mengatakan tim ini sempat bubar setelah melakukan satu setengah bulan melakukan pemberkasan penyidikan karena panitia acara membatalkan acara tersebut sehinga membuat mereka menangis namun setelah itu ada pemberitahuan panitia kalau acara tersebut tetap dilanjutkan.
“ Kita disini sebagai tim jaguar bukan sekadar nama, Jaguar kita ibaratkan sebagai hewan yang memang bukan penguasa hutan, kita bukan universitas terbaik di Indonesia tapi bermodalkan semangat, dedikasi tinggi , kita bisa mengalahkan lawan lawan lain yang memiliki kualitas dan kapasitas lebih tinggi,” katanya.
Salah seorang delegasi mahasiswa FH Unsri, M Briliyan Alvayedo yang kini duduk di semester VII ini mengatakan kalau secara pribadi dia mendapatkan juara untuk dua katagori yaitu katagori saksi terbaik dan ahli terbaik.
“ Selanjutnya kedepan ada piala Mahkamah Agung , kami ikut yang Mahkamah Agung juga di Purwokerto, dilaksanakan pada Februari mendatang,”katanya.
Dengan penghargaan ini dia berharap Unsri semakin terpandang dan sejarah dengan universitas hebat di Indonesia lainnya.
“Persiapan kita hanya 7 bulan ” katanya.#osk