KJK Dukung Perangi Campak dan Rubella di Sumsel

Palembang, BP
Komunitas Jurnalis Kesehatan (KJK) untuk kali keduanya ikut mengkampanyekan hidup sehat di Sumatera Selatan. Setelah di tahun lalu mengkampanyekan pencegahan dan bahaya stunting, kali ini KJK kembali mengkampanyekan perangi virus campak dan rubella melalui sharing session, workshop dan media kompetisi.
Digelar di Meeting Room Hotel Amaris Palembang, kegiatan yang digagas Ketua KJK Sumsel Firdaus Komar dengan tajuk sharing session bersama komunitas perangi rubella, workshop jurnalis dan media kompetisi ini selain diikuti para jurnalis kesehatan di Sumsel juga turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Aflatun, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dr Lesty Nurainy, perwakilan dari Unicef dan komunitas Mommy Rumah Ramah Rubella.
“Saya himbau masyarakat tak perlu khawatir karena imunisasi campak dan rubella berdasarkan fatwa MUI pusat diperbolehkan. Karena, berdasarkan asas darurat dan membahayakan kesehatan,” ujar Aflatun.
Lanjut dia, bahwa fatwa tersebut baru diterimanya beberapa hari dari pusat dan secepatnya akan diinstruksikan ke kabupaten/kota di Sumsel. Selain itu, pihakny ajuga akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumsel akan fatwa ini dan mendukung kampanye untuk memerangi campak dan rubella ini.
Senada dengan itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dr Lesty Nurainy mengatakan bahwa saat kampanye imunisasi campak dan rubella dan rubella sudah dilakukan. Program pertama di Agustus adalah imunisasi di sekolah sekolah dan September dilakukan di puskesmas, kesehatan masyarakat dan lainnya hingga ke desa-desa.
“Sesuai arahan pusat target memang 95 persen dan saat ini baru 33,70 persen. Mudah-mudahan dengan kegiatan KJK ini bisa ikut mendorong kampanye imunusasi campak dan rubella dan bias viral dan dibaca oleh masyarakat Sumsel khususnya,” jelasnya
Sementara itu dikatakan oleh Dokter RSUD Bari sekaligus Ketua Pokja KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bagian infeksi dan tumbuh kembang, Dr Halimah mengatakan bahwa campak dan rubella sebetulnya tidak terlalu berbahaya bagi orang dewasa. Tapi akan berbahaya bagi wanita hamil dan anak-anak.
“Karena jika wanita hamil menderita rubella maka akan berpengaruh pada janinnya sehingga berpotensi mengalami kecacatan pada calon anaknya. Pun juga bagi anak 9 bulan sampai 15 tahun harus dilakukan imunisasi agar terhindar dari virus campak dan rubella,” jelasnya.
Pada umumnya, Halimah mengatakan bahwa gejala campak dan rubella umumnya berawal dari demam, dan penularan bisa lewat pernafasan, sebut saja bersin daan juga batuk. “Oleh karenya kami juga himbau agar masyarakat bisa ikut imunisasi campak dan rubella karena sangat berbahaya terutama bagi anak dan ibu hamil,”pungkasnya. #sug