
Palembang, BP — Dampak dari penyerangan Pasukan Jepang ke Palembang dan menguasai ladang minyak di Plaju dan Sungai Gerong membuat sekutu terutama pasukan Inggris ikut nimbung dalam perang dunia kedua terutama di Laut Pasifik.
Pada tanggal 24 Januari 1945, pasukan Inggris dengan membawa kapal induknya HMS Illustrious melakukan penyerangan Jepang di Palembang dengan sandi Operasi Meridian I yang kemudian dilanjutkan dalam operasi Meridian II pada tanggal 29 Januari 1945.

Salah gambar ini menggambarkan bagaimana sejumlah pilot dan kru pasukan Inggris dari Skuadron 854 Avenger mendengarkan brifing dari komandannya , mereka melihat detil model ladang minyak di Plaju Palembang sebelum memulai operasi Meridian I guna menyerang Plaju yang ladang minyaknya di kuasai oleh Jepang.
Dampak perang ini membuat semakin panjang kesusahan dan penderitaan rakyat Palembang, mereka harus menjadi pengemis dan gelandangan di jalan-jalan kota Palembang.

Menurut pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Iksan mengatakan, dalam peperangan tersebut warga Palembang yang tadinya sudah susah dan menderita, makin menderita akibat peperangan dua raksasa dunia tersebut.
“Akibatnya masyarakat Palembang banyak yang menjadi gelandangan dan pengemis, dengan baju seadanya mencari makan di berbagai sudut kota Palembang, sebagian lagi masyarakat Palembang saat itu terpaksa mengungsi jauh dari kota Palembang ,” katanya, Kamis (16/11).

Sungguh menurut Ikhsan, masyarakat Palembang berada dalam kondisi yang sangat miskin dan memprihatinkan. #osk