Mahasiswa Unsri Tolak Hasil Pemira 2017, Dianggap Banyak Kecurangan

60
Palembang, BP–Aliansi Mahasiswa Peduli Unsri melakukan aksi penolakan terhadap hasil pemilu raya Unsri tahun 2017 yang dianggap banyak terdapat masalah dan banyak kecurangan. Pemira yang seharusnya menjadi kontestasi unjuk gigi dari para calon presiden mahasiswa dan wakil presiden mahasiswa melalui ide dan gagasan, namun KPU gagal melakukan mediasi kepada para mahasiswa Unsri yang mengkibatkan tingkat partisipasi mahasiswa menurun kembali pada tahun ini.

Baca Juga:  Seminar Hubungan Palembang Dengan Daerah Lain Di Nusantara

“KPU telah beberapa kali melakukan kesalahan dari mulai proses perpanjangan pendaftaran hingga komisioner KPU tidak memahami regulasi UU KPU tentang proses aduan masalah hingga pencerdasan kepada para mahasiswa yang yang kurang menyebabkan kontribusi mahasiswa terhadap pemira kali ini kembali berkurang,” ungkap Nanda Hasyim salah satu mahasiswa Unsri.

Maka sudah seharusnya ada evaluasi terhadap hal-hal yang fundamental pada pesta demokrasi mahasiswa ini. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kembali partisipasi mahasiswa pada pemira selanjutnya.

Baca Juga:  Prodi Matematika Unsri Bidik 300 Peserta di Event NaCoME 2019

Aliansi Peduli mahasiswa Unsri menolak hasil kpu tersebut karena dianggap pemira kali ini tidak mewakili suara mahasiswa Unsri seluruhnya. “Oleh karena itu hasil pemira ini tidak diterima dan cacat hukum dan KPU ada indikasi condong mendukung salah satu paslon. Kami meminta pihak rektorat untuk bersikap dengan insiden ini karena Unsri belum ada mahkamah Konstitusi Mahasiswa maupun DKPP,” ujar Hasim. #rel

Baca Juga:  Batan Gandeng Unsri Dan PT Pusri Rancang Lahirnya RDE

 

Komentar Anda
Loading...