Hernoe Terus Lakukan Komunikasi Politik Dengan Semua Pihak

Palembang, BP
Hernoe Roesprijadji Wakil Ketua Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan (Sumsel) mengatakan, mengamati dinamika politik saat ini, sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan Pilkada Kota Palembang.
Dari hasil konsultasi dengan berbagai tokoh kyai Nahdlatul Ulama yang ada di Kota Palembang dan Sumatera selatan, dirinya sebagai Kader Nahdlatul Ulama menyampaikan bahwa , kami akan terus melakukan komunikasi politik dengan semua pihak sebagai proses politik untuk kemashalatan umat (masyarakat).
“Kami akan terus mengkonsolidasikan struktural dan kultural serta banom – banom Nahdlatul Ulama Kota Palembang untuk bekerja bersama rakyat di akar rumput untuk mendorong perubahan Kota Palembang,” katanya, Selasa (31/10).
Dirinya mengajak kepada relawan, simpatisan, dan masyarakat yang tergabung dalam tim Palembang Hebat untuk terus bekerja, menghimpun dan menyerap aspirasi masyarakat Palembang untuk mengawal cita–cita politik Palembang Hebat sebagai jalan kesejahteran dan kemakmuran bersama.
“Ketiga hal tersebut diatas didasari oleh niat dan perjuangan kami dalam berikhtiar guna melaksanakan amanah dan berupaya untuk mengatasi berbagai problem kota Palembang,” katanya.
Permasalahan tersebut adalah masalah kesempatan/lowongan kerja, itu artinya, tingkat kemiskinan yang terjadi di lapangan sangat terkait dengan keterbatasan lapangan kerja.
“Berdasarkan data statistik yang disampaikan BPS pada 2016, tingkat kemiskinan kota Palembang berada pada angka 12,93% dan 9,52% penduduk usia produktif menganggur,” katanya.
Lalu permasalahan Kesehatan. Data BPS menyebutkan 10 penyakit terbanyak dengan total 567.035 kasus yang menjangkit masyarakat kota Palembang. Terdiri dari 190.403 Kasus penyakit infeksi saluran pernafasan bagian atas akut lainnya, 79.192 kasus hipertensi esensial, dan gastroenteritis oleh infeksi, serta 177.390 kasus lainnya.
Kerawanan sosial dan keamanan. Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Palembang Dalam Angka 2016 menyebutkan bahwa tingkat kriminalitas mengalami peningkatan cukup signifikan sebanyak 2.944 kasus dibanding sebelumnya yakni 12.049 kasus.
“Fasilitas dan infrastruktur pembangunan yang belum merata. Warga masyarakat yang berada dipinggiran kota belum sepenuhnya merasakan dampak positif dari pembangunan yang kini sedang digalakan oleh pemerintah kota Palembang. Berbagai infrastruktur jalan masih belum layak, fasilitas pelayanan kesehatan (sanitasi dan air bersih, ambulance), rawan terjadi kebakaran, dan sering terjadi banjir, penumpukan sampah,” katanya.
Sebagaimana hasil survei yang dilakukan oleh Rumah Citra Indonesia (RCI) Data menunjukan ada sekitar 77,1 persen pemilih Kota Palembang mengaku ritual keagamaannya selaras dengan NU. Selain itu ada 48,7 persen mengaku mengidentifikasikan diri sebagai bagian NU.
“Dengan demikian, hal tersebut mendorong kami sebagai bagian dari element masyarakat dan Kader Nahdlatul Ulama untuk tampil sebagai bagian ikhtiar untuk mendorong lokomotif perubahan dan memajukan kesejahteraan masyarakat kota Palembang,” katanya.#osk