BSB Cash Menuju Transformasi Digital E-Money

221
UANG ELEKTRONIK – Jelang Asian Games Bank Sumsel Babel memperkenalkan BSB Cash sebagai layanan uang elektonik, uang elektronik ini sangat praktis dan nyaman digunakan dalam betransaksi, seperti yang terpantau penggunaanya di halte Transmusi OPI Mall, Kamis (12/10/2017). BP/SYAIRUL

Palembang, BP

Menjadi satu-satunya Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Pulau Sumatera yang telah mengantungi izin resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia (BI), uang elektronik Bank Sumsel Babel (BSB) Cash atau BSB Cash siap menemani segala aktivitas masyarakat khususnya di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Berdiri sejak 1957, Bank Sumsel Babel kini setera dengan bank umum lainnya di Indonesia, bahkan terus bertransformasi melampaui sejumlah bank yang telah lama berdiri. Paling anyar bank ini memperkenalkan BSB Cash sebagai uang elektronik yang bisa digunakan di sejumlah sarana publik dan tenant bekerjasama.

“BSB Cash ini bisa digunakan pada seluruh tenant yang bekerja sama, termasuk sarana transportasi Transmusi, retribusi pasar, parkir online, jalan tol, juga yang akan datang bisa digunakan pada transportasi publik Light Rail Transit (LRT),” kata Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Adil, baru-baru ini.

BSB Cash dapat juga digunakan di jaringan uang elektronik di luar Palembang, misalnya di Tol Jabodetabek melalui fasilitas interoperability. “Kami targetkan 50 ribu penggunan produk BSB Cash di tahun ini,” kata Adil.

Menurutnya target tersebut tidak berlebihan bahkan bisa ditambah sewaktu-waktu menyesuaikan permintaan, tidak lama lagi akan digelar Asian Games 2018, hal ini juga akan mendorong transaksi elektronik digital makin tinggi, dan Bank Sumsel Babel telah mempersiapkan BSB Cash.

Baca Juga:  Bank SumselBabel Raih ‘Top BUMD’

Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel Faisol Sinin menjelaskan se Indonesia selain Bank Sumsel Babel, BPD yang memiliki layanan uang elektronik ini hanya Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi rakyat Sumsel dan Babel karena laba dari transaksi ini untuk pembangunan daerah.

“Kami bangga bisa dekat dengan masyarakat dan menemani aktivitas sehari-hari masyrakat, kehadiran BSB Cash ini juga akan sagat membantu masyarakat dalam segala aktivitas yang praktis dan efisien,” katanya.

Dijelaskan, tidak ada saldo minimum pada kartu ini, dan juga bisa di top up kapan saja melalui ATM maupun internet banking. “Tidak perlu lagi menunggu uang kembalian seperti saat transaksi menggunakan uang cash, dengan BSB Cash tinggal tempelkan kartu saja,” katanya.

Pada kartu ini juga tidak ada biaya bulanan, mudah dibawa dan sangat mudah memiliki kartu ini, namun tetap disarankan menjadi nasabah Bank Sumsel Babel agar layanan bisa lebih efisien dan praktis.

“Semua upaya yang kami lakukan ini untuk mendorong layanan prima kepada masyarkat termasuk juga meningkatkan dana pihak ke tiga dan laba perusahaan. Apalagi jelang Asian Games nanti diperkirakan transaksi akan tinggi khususnya pada fasilitas umum,” katanya.

Baca Juga:  Pemda Punya Andil Besar Realisasikan Investasi

Semester pertama tahun ini dikatakan Faisol, laba tembus Rp227 miliar atau tumbuh 12,38% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu (YoY), sedangkan DPK Rp18,7 triliun atau tumbuh 23,05% (YoY). Sementara aset Rp22,6 triliun atau tumbuh 19,75% (YoY),

“Kami harapkan nantinya, target akhir tahun semuanya tercapai, walaupun memang kondisi perekonomian saat ini masih belum sepenuhnya pulih,” jelas dia.

Kepala Kantor OJK Regional Sumsel, Panca Hadi Suryatno mengatakan kini Bank Sumsel Babel (BSB) sudah resmi sebagai penerbit uang elektronik chip based, tidak mudah perbankan memiliki layanan ini, sehingga harus benar-benar memenuhi persyaratan yang ada.

“Bank Sumsel Babel telah mendorong masyarakat dalam mendukung program gerakan non tunai, diharapkan agar layanan yang diberikan kepada masyarakat bisa maksimal dan masyrakat merasakan manfaatnya,” kata dia.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Rudi Khairudin menambahkan, layanan uang elektronik ini sangat banyak manfaatnya, selain mengurangi anggaran dalam mencetak uang tunai, secara fasilitas masyarkat lebih terbantu.

“Masyarakat bisa mengehemat waktu antrean, jika menggunakan uang cash bisa membuat lama layanan, namun jika menggunakan elektronik bisa menghemat waktu nasabah dalam bertransaksi,” katanya.

Baca Juga:  Komsumsi BBM Turun, Pertamina Jamin Ketersediaan BBM dan LPG

Untuk mendorong penggunakan uang elektronik ini, Rudi mengakui tidak semudah itu langsung diterima masyarakat secara maksimal, perlu adanya sosialisasi yang mendalam kepada masyarakat agar tetarik menggunakan layanan ini.

“Untuk sosialisasi di tahap awal ini sasarannya adalah mahasiswa karena mudah menyerap teknologi, dengan harapan nantinya orangtuanya juga tertarik, dan ini terus dikembangkan ke semua lini masyarakat bahkan hingga ke pasar tradisional, tidak hanya pasar modern,” katanya.

Dia mengakui penerbitan uang elektronik tersebut untuk merespons pertumbuhan ekonomi serta berbagai acara nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di wilayah Sumatera Selatan. Selain itu, kartu tersebut diterbitkan untuk meningkatkan DPK perbankan.

Salah satu pengguna BSB Cash dijumpai di halte Transmusi mengatakan, cukup nyaman menggunakan BSB Cash, sebab di kampusnya Universitas Sriwijaya sudah ada kerja sama transaksi menggunakan Bank Sumsel Babel.

“Pada kampus saya sudah ada kerjasama dengan Bank Sumsel Babel, jadi ketika ada BSB Cash, saya tidak repot lagi top up saldo, dan juga sangat praktis bisa digunakan di banyak tempat termasuk fasilitas umum, dan resto,” kata Amir (22). #ren

 

 

Komentar Anda
Loading...