DPR Apresiasi Terbitnya Perpres Tentang Pendidikan

Jakarta, BP–Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawaty menjelaskan, pihaknya mengapresiasi terbitnya Perpres No.87 tahun 2017 tentang pendidikan karakater atau full day school (FDS) yang dikeluarkan Mendikbud Muhajir Edfendy, karena Perpres tersebut bisa menjawab keresahan masyarakat.
“Tapi, Perpres itu tak berarti apa-apa kalau di lapangan Permen dan petunjuk taknisnya membingungkan masyarakat. Sehingga, Permennya jangan sampai membingungkan,” ujar Reni Marlinawaty di ruangan wartawan DPR Jakarta, Kamis (7/9).
Fraksi PKB menilai, pendidikan madrasah dan pesantren selama ini berhasil mencetak pendidikan karakter bangsa. Jadi, FPKB berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mendengar keresahan madrasah atas FDS.
Menurut Syaikhul, selama ini terdapat ketidakadilan anggaran pendidikan agama dibanding pendidikan umum. Sekolah agama terkesan dianaktirikan, padahal, sama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sedangkan Saleh Partaunan Daulay dari F PAN mengatakan, anggaran untuk Kemenag RI per tahun Rp 46 triliun untuk seluruh sekolah agama (UIN, MAN, MTsN, MIN) termasuk gaji dosen, guru, dan biaya penelitian.
“Peneliti di UIN hanya Rp 1 miliar. Sedangkan untuk penelitian di sekolah umum bisa mencapai puluhan dan ratusan miliar rupiah. Maka, tak salah kalau anggaran itu dibagi dengan pendidikan agama sebagai basis pendidikan karakter,” jelas Saleh Daulay.
Puti Guntur dari F-PDIP menuturkan, Perpres menjadi payung hukum untuk membentuk generasi emas pada tahun 2045 sehingga akan terbangun kompetensi, kompetsisi dan tanggung jawab bagi anak didik yang berkualitas. “Namun, tanggungjawab pendidikan bukan hanya pada sekolah, tapi masyarakat dan keluarga,” tambahnya
Komisioner KPAI Retno Lestyadi menegaskan, kehadiran Perpres tersebut sesuai dengan komitmen Ki Hajar Dewantoro, yang menyebutkan tempat terbaik pendidikan karakter itu di sekolah. Sebab, dari sekolah akan terbangun budaya sekolah dan semua kepala sekolah serta guru, harus baik, agar semua siswa bisa mencontoh dengan baik.
“Tak mungkin semua aturan pendidikan karakter itu diterapkan di sekolah, tanpa dukungan keluarga dan masyarakat. Tak bisa hanya minta anak jujur, tanpa ada contoh dari guru, orang tua dan masyarakat. Sekolah pun harus serentak menerapkan pendidikan karakter kalau ingin berhasil,” paparnya. #duk