Demo Sopir Angkot Ricuh

11

Palembang, BP

 

Suasana demo sopir angkota di DPRD Sumsel, Senin (21/8).

Ratusan sopir angkutan kota di Palembang melakukan aksi demo di depan kantor DPRD Sumsel, Senin (21/8).
Mereka adalah diantaranya sopir angkot jurusan KM5, angkot jurusan Perumnas dan angkot jurusan Pakjo, sayang aksi para sopir angkutan kota di Palembang ini berakhir ricuh. Dua orang pendemo diamankan polisi lantaran menjadi provokator.
Sopir angkot yang diamankan polisi ini mengaku ia hanya ikut mengamankan temannya yang ikut aksi.
Suasana di sekitar kawasan DPRD Sumsel terlihat ramai dan macet. Tak hanya dipadati oleh sopir angkot yang memarkirkan angkotanya di pinggiran jalan. Namun padatnya pengendara mobil dan motor yang lewat juga menjadi penyebab kemacetan.
Aksi yang digelar sopir angkot di Palembang ini buntut semakin menjamurnya taksi online di kota Palembang. Kondisi ini membuat sopir angkot juga melakukan sweaping di Jalan POM IX Kampus Palembang.
Pantauan di lapangan dalam aksi tersebut terjadi kericuhan saat petugas kepolisian menghalangi mereka membuat kemacetan dan bersikap anarkis.
Aksi sweaping yang dilakukan sopir angkot berbagai jurusan seperti kilometer lima, Pakjo dan Gandus, Sekip serta trayek lainnya mendapat halangan dari aparat kepolisian karena memang tidak diperbolehkan melakukan aksi sweaping yang berpotensi menjadi aksi main hakim sendiri.
Adu mulut dan dorong-dorongan tak terhindarkan dipagar halaman DPRD Sumsel, dijalan POM IX Kampus Palembang. Bahkan aparat harus melepaskan tembakan peringatan untuk menghalau aksi massa yang mulai beringas.
Namun di tengah menunggu hasil pertemuan tersebut perwakilan sopir dengan anggota DPRD Sumsel, puluhan sopir ke luar pagar DPRD Sumsel dan melakukan swiping taksi online ke Jalan A Rivai.
Dalam swiping itu, sopir menyetop satu persatu mobil.
Begitu menjumpai taksi online mereka langsung menghancurkan taksi online dan memukul drivernya.
Setidaknya ada taksi online yang tertangkap oleh para sopir ini.
Mobil taksi online dipecahkan kacanya, ditendang dan di lempari bambu dan benda keras lainnya.
Menurut salah satu sopir angkot jurusan KM5, Pahri, saat sedang melakukan aksi ini dikarenakan penumpang angkot lebih memilih menggunakan armada online.
Pahri mengatakan, mereka meminta apresiasi ia dan teman-temannya ini bisa diterima. Selain itu ia meminta agar para sopir angkutan kota ini bisa diberikan solusi. Ia juga mengaku mencari satu, dua penumpang saja sulit sekali. Mulai terasa sepi penumpang ini ia rasakan saat armada aplikasi online ini mulai ada.
Apalagi di tempat ia dan teman-teman sopir angkotnya biasa menunggu penumpang, SMAN 3 Palembang, UIN Raden Fatah Palembang, RSMH Palembang dan RSK Charitas Palembang.
Beberapa penumpangnya lebih memilih naik ojek online atau taksi yang sudah dipesan melalui aplikasi online di smartphone.
Mereka juga mengatakan, aksi ini bukan untuk kekerasan. Tetapi untuk mencari makan.
“Tuntutan kami agar transportasi online ini harus ikut mentaati peraturan pemerintah sesuai dengan angkutan resmi seperti nomor lambung, trayek, plat kuning, memakai argo, dan juga harus memiliki pool,” kata Koordinator Aksi, Syafrudin Lubis.
Dia mengatakan, akibat banyaknya transportasi online saat ini sangat berdampak pada pendapatan angkutan-angkutan umum yang sudah lama ada.
“Dulu dalam satu hari bisa dapat Rp70 ribu hingga Rp80 ribu, sekarang paling cuma dapet Rp10 ribu hingga Rp20 ribu saja. Kami harap ada kejelasan dari pemerintah, termasuk soal pembatasan dari jumlah transportasi online yang beroperasi,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono membenarkan, ada dua orang pendemo terpaksa diamankan untuk dimintai keterangan.
Menurutnya pengamanan terhadap dua orang tersebut dilakukan dengan alasan kedua orang tersebut dianggap sebagai provokator.
“Ya ada dua yang diamankan untuk dimintai keterangan,” kata Kapolresta Palembang.
Lanjut, dikatakannya, aksi sweaping sempat terjadi namun hanya berlangsung sebentar. Setelah itu massa kembali melanjutkan aksinya di halaman gedung DPRD Sumsel.
Sedangkan ketua Komisi IV DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati mengatakan soal angkutan online menurutnya itu kebijakan pusat.
Tapi aspirasi sopir angkot ini tetap kita sampaikan ke pusat,” katanya saat menemui para sopir angkot tersebut. #osk

Komentar Anda
Loading...