Terduga TR Sering Unggah Ujaran Kebencian Terhadap Polisi
Palembang, BPKapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto berujar, terduga simpatisan ISIS Toni telah menjadi target operasi Mabes Polri sejak beberapa bulan lalu. Diketahui sejak tiga bulan lalu terduga aktif menyebarkan kebencian kepada aparat kepolisian melalui media sosial Telegram.
“Dia juga menyebutkan polisi itu thogut dan layak dibunuh. Selain itu juga terduga TR di medsosnya banyak mengunggah hal-hal yang intinya tentang ISIS,” ujarnya.
Dari pengakuan terduga Toni, dirinya ingin pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS.
Polda Sumsel saat ini masih memeriksa Toni dan me
lakukan pendalaman serta mencoba mengumpulkan bukti-bukti dari media sosial, laptop, serta ponsel milik Toni yang tuut disita saat razia di Gelumbang.
lakukan pendalaman serta mencoba mengumpulkan bukti-bukti dari media sosial, laptop, serta ponsel milik Toni yang tuut disita saat razia di Gelumbang.“Penangkapannya sesuai dengan SOP (standar operasional prosedur). Yang bersangkutan naik bus, kita tanya dan dia mengaku. Laptop kami periksa. Dia mengaku menyesal, dia tidak tahu ISIS itu seperti apa,” kata dia.
Agung pun berujar, terduga Toni merupakan warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang baru saja meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja. Toni diterima bekerja di Kabupaten Muaraenim dan saat ditangkap, dirinya hendak memulai bekerja.
“Dia baru satu hari bekerja di Muaraenim tersebut di salah satu perusahaan tambang,” ujarnya.
Saat ini, pihaknya masih memeriksa lebih dalam apakah Toni termasuk dalam jaringan sel ISIS lintas Sumatera atau tidak. Dari pengakuan terduga, dirinya belum mengenal siapapun yang terkait ISIS di Sumatera.
Terduga pun mengaku mengetahui ISIS dari media sosial dan tidak dikenalkan oleh siapapun.
“Terduga bersimpati dan hendak bergabung dengan ISIS. Motifnya pergi ke Muaraenim saat ini pun diketahui hanya untuk bekerja, bukan untuk hak yang bersangkutan dengan ISIS. Namun masih kami dalami,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Kriminal Reserse Umum Kombes Pol Prasetijo Utomo menambahkan, pihaknya setiap hari melakukan cyber patrol untuk mencari simpatisan serta sel-sel ISIS yang ada di kawasan Sumsel.
“Sejak tiga bulan terakhir terduga diketahui aktif menyebar ujaran kebencian dan posting yang isinya tentang ISIS. Masih kami dalami,” ujarnya. #idz