Sumsel dan Palembang Harus Miliki Identitas Lokal
Palembang, BPGuru besar sosiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr Alfitri, MSi, mengatakan, seharusnya Sumsel dan terutama kota Palembang memiliki identitas lokal, namun hingga kini hal itu belum didapatkan.
“Apa yang kita hadapi dengan perubahan ini harus kita sikapi dengan identitas lokal kita, kalau gedung-gedung jangan diubah, saya tidak sepakat juga, tidak muncul identitas lokal kita itu, padahal kebesaran Sriwijaya mulai dari arsitektur hingga karakter manusia mulai kelihatan identitasnya seperti mau tampil, mau terdepan itu sudah ada,” kata Alfitri saat menjadi pembicara dalam Seminar Sehari Membedah Kesiapan kota Palembang menghadapi Asian Games di 101 Hotel Palembang, Rabu (24/5).
Menurutnya event Asian Games 2018 ini harus menjadi ajang promosi yang juga mempertegas identitas lokal Palembang sebagai kota bersejarah.
Dikatakan, Asian Games jelas akan berdampak positif dan juga negatif. Hal yang pasti adalah perubahan sosial di mana masyarakat Palembang yang tadinya tradisional akan menjadi masyarakat digital. “Misalnya pembangunan LRT, jelas akan berdampak pada pola pikir, tindak dan perilaku masyarakat. Bagaimana menggunakan moda transportasi yang terkomputerisasi,” katanya.
Selain itu Palembang termasuk kota yang beruntung, lantaran pernah menjadi penyelenggara ajang olahraga multievent level internasional.
“Mulai dari PON, SEA Games, Islam Solidarity Games (ISG), dan event lainnya. Jadi, Palembang punya pengalaman, dari segi Infrastruktur yang dikebut dengan persiapan yang matang. Ini adalah pengalaman sosial, kita harus bangga dengan Palembang yang memiliki JSC yang terlengkap di Nusantara,” katanya.
Alfitri melihat dari semua yang pernah dilalui itu, masyarakat Palembang sudah teruji. Palembang menerapkan konsep masyarakat terbuka, yang menerima wisatawan datang. Meskipun agak membandel, namun masih tetap tertib hingga pada masyarakat level bawah. Selain tertib, masyarakat Palembang juga santun dengan keramahtamahannya. Baik dari segi kultur budaya, maupun pembangunan infratruktur.
“Secara sosial Palembang sudah siap. Namun, faktor budaya Palembang masih belajar dengan smart digital, seperti penggunaan LRT. Masyarakat awam harus banyak belajar untuk perkembangan setelah Asian Games. Kita harus mengoptimalisasikan semuanya, serta mendorong masyarakat palembang di semua Level, karena akan mengalami perubahan budaya ke era digital,” katanya.#osk