Dodi, 2 Tahun Pertama di Muba Fokus Infrastruktur

10
Dodi Reza Alex Noerdin dan Amiri Arifin

Sekayu, BP

Gelaran Debat Terbuka Pemilihan Kepala Daerah Musi Banyuasin yang dilaksanakan di Gedung Wanita, Sekayu, Senin (16/1) malam, membuat pesta demokrasi lima tahunan ini meriah.

 

Tak hanya di dalam gedung yang riuh oleh dukungan masing-masing pasangan calon (paslon) maupun serunya tanya jawab paslon, di pasar dan di warung pun ramai. Sejumlah warung di pasar bahkan sengaja memasang saluran TVRI, stasiun yang menyiarkan langsung debat. Warga juga tampak memenuhi warung.

“Sambil ngopi dengarke calon ngomong mako lemak nyucuk,” kata Nurman, warga Sekayu yang sengaja ngopi sambil nonton debat di televisi.

Penikmat kopi di warung Nak Ya, bahkan sudah nongkrong di depan televisi sebelum kedua pasang calon kepala daerah, yakni Dodi Reza Alex Noerdin-Beni Hernedi dan Amiri Arifin-Ahmad Toha, hadir mengikuti debat terbuka, yang dimulai pukul 20.00. Debat terbuka kali ini adalah yang pertama digelar, sedangkan untuk debat kedua akan berlangsung pada 11 Februari.

Dalam debat tersebut, yang menjadi salah satu fokus pembahasan terkait kondisi infrastruktur jalan di Musi Banyuasin yang cukup memprihatinkan. Baik jalan nasional maupun jalan provinsi dan jalan kabupaten. Bahkan jalan menuju kecamatan dan desa pun kondisinya buruk dan berujung menghambat perekonomian di daerah tersebut. Masalah ini pun ramai dikomentari pemirsa televisi.

Baca Juga:  Indah dan Eka Sukses Jalani Operasi Jantung di RSUD Sekayu

Amiri menilai masyarakat Musi Banyuasin tidak butuh janji melainkan bukti. Bahkan ia siap mengundurkan diri sebagai kepala daerah apabila sudah terpilih.

“Jika kami berdua (Amiri-Toha) tidak wujudkan janji kami, tentu kami siap mengundurkan diri,” katanya.

Dodi Reza Alex Noerdin mengungkapkan dirinya bukan petahana, melainkan wakil rakyat dari Musi Banyuasin di DPR. Tetapi dirinya mengerti permasalahan infrastruktur jalan di daerah tersebut. Disebutkan Dodi, ada sekitar 1.073 kilometer jalan di Muba di mana 554 kilometer rusak parah. Program pembangunan jalan di Muba adalah hal utama yang difokuskan paslon tersebut.

“Mulai dari jalan poros kabupaten, jalan desa, jalan akses perkebunan agar petani dapat mendapatkan hasil perkebunan dan pertaniannya dengan lancar. Dan ini yang dinantikan oleh masyarakat,” ungkap Dodi.

Bukan hanya jalan, dirinya juga akan fokus membangun infrastruktur listrik, air, dan ketersedian akses perhubungan lainnya untuk masyarakat. Dalam kepemimpinannya nanti, pasangan calon ini menargetkan dua tahun saja untuk merealisasikan program pembangunan infrastruktur di daerah tersebut.

Baca Juga:  Thia Yufada Budayakan Senam Kreasi Untuk Wanita di Sumsel

“Saya beruntung punya pasangan Beni, yang sudah mengetahui akar permasalahan jalan ini selama lima tahun. Nanti dia yang akan membantu untuk action dalam pembangunan ini,” ucapnya.

Menanggapi pertanyaan dari Toha terkait kondisi jalan dan upaya yang telah dilakukan selama menjadi DPR RI, Dodi menerangkan dengan data. Dijelaskannya, di Musi Banyuasin ada sekitar 883,2 kilometer jalan nasional dan 78,5 kilometer jalan provinsi, dan itu di luar jalan milik kabupaten.

“Selama saya menjadi anggota DPR RI, (jalan) memang bukan wewenang saya, namun saya selalu aktif melobi (mengajukan) ke Kementerian PU dan Balai Besar. Mereka memberikan sekitar Rp800 miliar setiap tahun untuk perbaikan jalan negara di Sumsel, termasuk untuk di Musi Banyuasin,” beber dia.

Diakuinya, hal itu memang masih kurang karena dibutuhkan dana yang besar untuk perbaikan jalan di Musi Banyuasin. Namun bukan hanya tanggung jawab pemerintah nantinya, perlu kerja sama dari semua pihak termasuk masyarakat Musi Banyuasin untuk menjaga kondisi jalan agar lebih baik.

“Kita terus berusaha untuk memperbaiki jalan di Sekayu. Mulai jalan kabupaten hingga jalan negara. Namun untuk jalan negara, akan kita perkuat koordinasinya. Namun untuk jalan kabupaten, kecamatan hingga desa akan kita perbaiki maksimal jika kita terpilih menjadi kepala daerah,” ungkap Dodi.

Baca Juga:  Di Danau Siarak, Dodi Reza 'Nangkul' Bareng Warga Muba

Beni Hernedi menuturkan, kerusakan jalan tersebut diakibatkan oleh banyak faktor. “Penyebabnya adalah aktivitas ekonomi yang harus diawasi,” cetusnya.

Untuk itu, ke depan kondisi badan jalan akan diawasi dengan ketat. Meski jalan mulus, kata dia, jika dilewati oleh tonase-tonase yang besar maka tentunya akan merusak jalan dengan cepat. Apalagi Musi Banyuasin dikenal daerah pertambangan sehingga lebih banyak mobil besar yang keluar masuk dan melewati jalan di daerah tersebut.

“Bagaimana mungkin tonase yang beribu-ribu ton tidak dibatasi. Jadi ke depan pembatasan beban jalan jadi utama,” tandasnya.

Debat sempat mengalami masalah karena salah satu pengeras suara dari pasangan calon Ahmad Toha tidak menyala. Sementara waktu terus berjalan, sehingga Ahmad Toha tidak dapat berbicara banyak terkait jawabannya dalam debat terbuka tersebut.

Menilik dari empat tema yang disodorkan panelis sesungguhnya debat pilkada ini jelas memihak rakyat. Tak mustahil maka kaum jelata pun memenuhi warung kopi di pasar dan di pojok kampung. # arf

 

Komentar Anda
Loading...