Sumsel Minim SDM Hotel dan Restoran Bersertifikasi

18

ketua-phri-sumsel-herlan-asfiudin_20151210_182305Palembang, BP

Sumatera Selatan masih minim sumber daya manusia perhotelan dan restoran yang bersertifikasi. Dari 50.000 SDM perhotelan dan restoran di provinsi ini, baru sekira 2.200 orang yang telah bersertifikasi.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Asfiudin mengungkapkan, SDM perhotelan dan restoran yang bersertifikasi itu kebanyakan tinggal di Palembang yang memiliki 148 hotel. Sementara di Sumsel ini terdapat 300 hotel.

“Kami harap agar Kementerian Pariwisata RI dapat membantu percepatan sertifikasi bagi karyawan perhotelan yang ada di Sumsel. Besar harapannya, sertifikasi karyawan di tahun depan mencapai 10.000 orang. Adanya Poltekpar Palembang akan sangat membantu,” ujarnya.

Baca Juga:  Jalan di Muratara Minta Diaspal Tapi di Cor Beton

Dirinya mengatakan, meskipun Sumsel tidak masuk 10 destinasi wisata, pihaknya berharap Kemenpar melirik Sumsel yang nantinya akan menjadi tuan rumah Asian Games.

Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel Drs Akhmad Najib mengungkapkan, pihaknya meyakini nantinya semua karyawan perhotelan dan restoran di Sumsel dapat memiliki sertifikasi. Dengan adanya sertifikasi, pelayanan dalam bidang pariwisata diyakininya dapat lebih maksimal lagi

Baca Juga:  Meski Kesultanan Palembang Darussalam dan Kesultanan Turki Usmani Miliki Hubungan,Namun Datanya Masih Samar

“Kita terus mendukung dunia pariwisata, karena di Sumsel cukup banyak lokasi-lokasi wisata. Serta didukung dengan ketersediaan hotel dan restoran yang menyebar di 17 kabupaten/kota di Sumsel,” jelasnya.

Selain itu, upaya mendukung pariwisata juga dilakukan Pemprov Sumsel dengan membangun Politeknik Pariwisata Palembang di Jakabaring. Ia menyebut, tahun ini adalah tahun pembelajaran pertama Poltekpar. Meski belum ada bangunan Poltekpar, namun mahasiswa sementara belajar di Wisma Atlet Jakabaring.

“Kita sedang dalam proses pembangunan gedung Poltekpar di Jakabaring Palembang. Baru saja dibahas rencana pembuatan DED (Detail Engginering Design) dan masterplan selesai Desember 2016. Kami akan mulai bangun gedung pada awal 2017 nanti,” lanjutnya.

Baca Juga:  49 Tersangka Narkoba Diamankan Polda Sumsel

Bangunan tersebut berdiri diatas lahan seluas 20 hektar, dimana lahan adalah milik pemerintah daerah. Dana pembangunan gedung Poltekpar tersebut berasal dari Kementerian Pariwisata.

“Di Poltekpar itulah akan kita lahirkan SDM berkualitas dan profesional, dan tentunya sesuai dengan sertifikasi yang didapatkan masing-masing lulusan nantinya,” ujar Najib. #idz

Komentar Anda
Loading...