Arus Balik, 12 Ribu Pemudik ‘Serbu’ KA
Palembang, BP
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Sumatera Selatan menggelontorkan sebanyak 12 ribu tiket atau 2.922 tiket per harinya untuk arus balik hingga H+4 Lebaran, Minggu (10/4). Puncak arus balik terjadi sejak Sabtu (9/7).
Manajer Humas PT KAI Divre III Sumsel Aida Suryanti mengatakan, selama masa angkutan Lebaran tahun ini, PT KAI menyediakan total 70.128 tempat duduk. Sedangkan volume arus balik Lebaran angkutan KA tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Total penumpang yang telah diangkut selama masa angkutan Lebaran, yaitu dari 24 Juni sampai 9 Juli sebanyak 46.875 penumpang, belum termasuk infant,” katanya.
Dijelaskannya, pihaknya mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Penambahan tiket sudah diupayakan dengan menambah satu unit gerbong tambahan untuk setiap kelas KA tujuan Palembang – Tanjung Karang dan Palembang – Lubuklinggau guna mengantisipasi lonjakan penumpang arus balik.
“Pada Lebaran pertama dan kedua penumpang tidak begitu ramai, namun pada hari Lebaran ketiga atau H+1 sudah diramaikan aktivitas arus balik. Bahkan untuk tiket terhitung dari H+1 hingga H+3 sudah ludes dipesan penumpang,” katanya.
Menurut Aida, stok tiket untuk arus balik menipis lantaran dipesan warga sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri. Tinggal tersisa sepuluh persen lagi dari kapasitas tempat duduk.
“Kelas ekonomi masih menjadi favorit masyarakat, karena harga terjangkau, juga penumpang merasa aman dan nyaman selama dalam perjalanan,” ujarnya.
Di samping itu PT KAI Divre III Sumatera Selatan menyiapkan posko angkutan lebaran 2016 di semua stasiun keberangkatan, untuk membantu masyarakat yang akan mudik menggunakan fasilitas kereta api.
Selama angkutan Lebaran, pihak PT KAI Divre III Sumsel tidak sampai memberlakukan kenaikan harga tiket. Untuk kelas eksekutif dan bisnis memberlakukan tarif batas bawah dan tarif batas atas. Sedangkan kereta ekonomi tetap mengacu skema PSO dari pemerintah turun dari Rp33 ribu menjadi Rp32 ribu per penumpang.
Untuk kelas eksekutif rute Kertapati-Tanjungkarang memberlakukan tarif batas bawah dan batas atas yakni Rp180 ribu hingga Rp210 ribu, kelas bisnis Rp140 rubu hingga Rp165 ribu per penumpang, kelas eksekutif untuk relasi Kertapati-Lubuklinggau Rp160 ribu hingga Rp190 ribu, sedangkan untuk kelas bisnis tarif batas bawah dan batas atasnya Rp120 ribu hingga Rp150 ribu per penumpang.
“Untuk memberikan rasa nyaman serta aman dari titik awal stasiun keberangkatan sampai stasiun tujuan akhir penumpang, kami menerjunkan sebanyak 315 personel keamanan gabungan dari Brimob, Plsuska dan keamanan stasiun,” terangnya.
Pihak perusahaan ini juga membuka layanan CTM alat pencetakan tiket KA dapat dilakukan beberapa hari sebelum keberangkatan agar calon penumpang yang telah memesan tiket melalui transaksi online terhindar dari panjangnya antrean ketika melakukan pencetakan pada hari yang sama dengan jadwal keberangkatannya.
Hal yang lebih penting lagi, kata dia, untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan dalam perjalanan KA, PT KAI Divre III menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di sejumlah titik yang rawan bencana longsor/amblas dan banjir, terutama menjelang arus mudik dan arus balik serta menempatkan petugas tambahan pemeriksa jalan rel ekstra, dan petugas flying gang. #ren