Kadin Dorong Percepatan Sentra UMKM
Palembang, BP
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumsel menjadi garda terdepan dalam penggerak ekonomi kerakyatan. UMKM akan maju pesat seiring kemajuan pembangunan di Sumsel.
Ketua Umum Kadin Sumsel Dodi Reza Alex mengatakan, dalam beberapa tahun ke depan Sumsel akan maju pesat. Banyak infrastruktur yang dibangun mengindikasikan jika perekonomian Sumsel akan bergerak cepat, dibanding dengan daerah lain.
“Sumsel membangun infrastruktur dengan dana pusat mencapai Rp68 triliun, banyak efek yang ditimbulkan dengan pembangunan ini. Untuk mendorong percepatan kemajuan UMKM, akan dibuat suatu sentra,” kata Dodi usai berbuka puasa bersama dengan pelaku usaha di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Senin (27/6).
Dodi menjelaskan, pembangunan Tol Palembang Inderalaya, Light Rail Transit (LRT), super block apartemen, perluasan bandara akan berimbas pada pergerakan ekonomi potensial. Tidak sedikit anggaran yang dikeluarkan dalam pembangunan ini, harus didorong oleh gencarnya inovasi pelaku usaha.
“Inilah momen yang harus diambil pelaku usaha, Kadin Sumsel akan menjalin kerja sama dengan UMKM untuk lebih memaksimalkan potensi yang ada. Inilah yang harus disatukan, keterlibatan usaha lokal harus didorong UMKM di Sumsel dapat maju pesat,” katanya.
Dodi memberi gambaran, peluang besar Sumsel untuk menjadi sentra ekonomi yang terdepan cukup besar, tidak ada daerah dalam waktu yang cepat dapat membangun infrastruktur (megaproyek) seperti di Sumsel. Banyak daerah yang berkeinginan namun Sumsel menjadi prioritas, kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku usaha.
“Event besar Asian Games tidak hanya sebatas pesta olahraga, banyak efek yang ditimbulkan terutama pertumbuhan ekonomi, jika ini tidak dengan cepat dimaksimalkan, maka dampak keterpurukan ekonomi akan semakin besar,” tutur dia.
Wakil Ketua Umum Kadin Sumsel Bidang UMKM Elysa Dian Thamrin mengatakan, Kadin dalam waktu dekat akan berupaya untuk menggelar kompetisi terhadap UMKM. Persaingan UMKM inilah nantinya akan difasilitasi dan akan didorong untuk lebih maju.
“Sumsel harus memiliki sentra ekonomi kreatif yang dikelola oleh UMKM, untuk mendorong UMKM ini lebih maju harus ada kompetisi. Nantinya mereka yang potensial akan dibina dan akan dibuat wadah terpusat, sehingga nantinya dapat bersaing secara Nasional bahkan internasional,” kata Elysa.
Upaya awal yang dilakukan Kadin adalah dengan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak dinas terkait, untuk dapat bekerja sama membangun UMKM ini lebih kuat dari semua sisi, baik manajemen, pemasaran maupun tentang leadership membangun usaha.
“Beberapa di antaranya dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan sejumlah pihak lainnya. MoU ini akan memfasilitasi apa saja yang dibutuhkan pelaku usaha potensial, untuk maju dan berkembang,” katanya.
Soal permodalan, Elysa menjelaskan, bukanlah perkara yang sulit jika pelaku usaha ini dapat menghasilkan produk yang potensial untuk dipasarkan. Perbankan seperti Bank SumselBabel (BSB) akan mendorong kemajuan dari sisi pembiayaan.
“Setelah nantinya mendapatkan banyak UMKM yang potensial, mereka ini ‘kan dibina dan fasilitasi dalam suatu wadah. Jadi, UMKM ini nantinya tidak akan berjalan sendiri-sendiri, mereka akan dengan mudah mengomunikasikan apa saja yang menjadi kendala, sehingga dapat maju dan berkembang pesat dengan bantuan pihak terkait, seperti perbankan dan pemerintah,” jelasnya.
Direktur Utama Bank Sumsel Babel M Adil mengatakan, pihaknya selaku bank daerah akan memfasilitasi UMKM yang direkomendasikan Kadin dalam bentuk pembiayaan. Untuk mengembangkan bisnis, anggota Kadin akan diprioritaskan.
“Selama pembiayaan aman untuk diberikan, kami akan membantu pelaku usaha ini, agar dapat semakin maju dan berkembang,” kata Adil yang juga sebagai Wakil Ketua Kadin Bidang Perbankan. #ren