Gempa Sumbar Keluarkan Gemuruh, Warga Panik

7
Evakuasi Keluar Gedung Untuk antisipasi, ratusan pasien di RSUP M.Djamil Padang terpaksa harus dievakuasi keluar gedung akibat gempa berkekuatan 6.5 Skala Richter, lokasi 2.29 LS,100.46 BT, 79 Barat daya, Pesisir Selatan Sumatera Barat, Kamis 2 Juni 2016 dengan kedalaman 72 kilometer dirasakan cukup kuat dengan durasi kisaran 15 detik. Foto, pasien yang dievakuasi berada diluar gedung RSUP M.Djamil. (Covesia Foto/Andri Mardiansyah/16) - See more at: http://www.covesia.com/fotohariini/700/evakuasi-keluar-gedung.html#sthash.qdpuuzHX.dpuf
Ratusan pasien di RSUP M Djamil Padang terpaksa dievakuasi keluar gedung akibat gempa berkekuatan 6.5 Skala Richter di Pesisir Selatan Sumatera Barat, Kamis (2/6).

Padang, BP

Gempa bumi dengan kekuatan 6,5 skala ritcher (SR) yang mengguncang Sumatera Barat, Kamis (2/6), membuat warga panik. Kepanikan warga terjadi di wilayah Padang, Mentawai, Bukit Tinggi, Agam, dan Pesisir Selatan.

Salah seorang warga Padang menjelaskan bahwa gempa mengeluarkan suara gemuruh. “Awalnya kita menyiapkan sarapan anak sekolah, lalu terdengar suara gemuruh, tapi lama-lama terasa guncangannya,” ujar Merry (32), warga yang tinggal di Kelurahan Parak Rumbio, Kota Padang.

Warga lainnya, Kornelia (23) menjelaskan bahwa gempa membuat sejumlah perabotan rumah bergoyang selama beberapa detik.

“Saya terbangun dan langsung keluar rumah, dan teman saya tadi terjatuh saat membuka pintu, itu lutut kakinya terluka,” serunya.

Sembilan orang dilaporkan terluka akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pagi kemarin. Mereka terluka akibat terkena pecahan kaca dan tertimpa peralatan rumah tangga.

Petugas Surveilens dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Ratih Pramurti, mengatakan, sembilan korban terluka akibat gempa dan kini dirawat di beberapa puskemas serta rumah sakit di Kabupaten Pesisir Selatan.

Baca Juga:  Dusun Guyub Bromo Wakili Homestay Desa Wisata BTS Jatim

Dua orang dirawat di RSUD dr M Zein Pesisir Selatan. Mereka adalah Doni (23) yang mengalami luka di telapak kaki akibat terkena pecahan kaca saat berlari keluar ketika gempa. Namun, pria ini sudah diizinkan pulang.

“Korban kedua adalah Leonardo Pradana (17), kejadiannya di daerah Salido. Korban ini luka pada telapak kaki sebelah kiri. Korban saat ini sedang mendapat perawatan di IGD,” katanya.

Sementara korban yang dirawat di Kecamatan Lengayang bernama Winarti (35) dengan kondisi luka berat. Berikutnya, Susi (5) dan Raka (3,5) yang menderita luka ringan. “Mereka dirawat di Puskemas Kambang. Korban gempa Puskesmas Air Haji satu orang bernama Inang Ujang (45). Baru itu yang kita dapat informasi,” ujar Ratih.

Informasi diterima Dinkes Kabupaten Pesisir Selatan bahwa di daerah Balai Selasa ada tiga lagi korban. “Kita belum dapat informasi detil, yang jelas ada tiga orang, dan banyak bangunan yang rusak di sana,” tukasnya.

Baca Juga:  Sabtu Seru Di Festival Seguntang Hulu Melayu 2024, Ini Rincian Kegiatannya

Gempa Bumi 6,5 Skala Richter mengguncang pesisir selatan Sumatera Barat sekitar pukul 05.56 WIB dengan kedalaman 72 km. Lindu ini terasa hingga ke Jambi, Bengkulu, dan Pekanbaru-Riau.

“Gempa dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng Hindia Australia dan lempeng Eurasia di zona benioff bagian atas,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam pernyataan tertulisnya, kemarin.

Berdasarkan analisis guncangan gempa dari Badan Geologi Amerika USGS, sambung dia, gempa yang terjadi adalah lindu dengan kedalaman menengah. Dimana ciri gempa kedalaman menengah spectrum getarnya luas namun tidak menimbulkan kerusakan yang masif.

Hal ini juga sesuai dengan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Berdasarkan peta guncangan gempa atau gempa dirasakan dari BMKG, maka intensitas gempa dirasakan banyak orang, tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar,” tutur Sutopo.

Dia menuturkan, guncangan gempa sangat keras dirasakan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan dan Muko-Muko, Bengkulu selama sekitar 20-30 detik. Tempat tidur dan peralatan rumah bergeser dari posisinya.

Baca Juga:  Ini Dia 10 Kuliner Solo Langganan Presiden

Sampai Singapura

Gempa Sumbar ternyata juga dirasakan warga Singapura. Gedung-gedung apartemen di negara tetangga Indonesia itu ikut berguncang cukup hebat. Getaran yang paling terasa menurut laporan warga, terjadi di kawasan Bukit Panjang, Punggol, Toa Payoh dan Siglap.

“Guncangannya cukup hebat dan berlangsung selama beberapa menit,” aku seorang warga Singapura yang tinggal di apartemen lantai 13 di Siglap, Anya Kothary kepada Channel News Asia. Dilansir dari okezone.

Hal serupa juga diungkapkan warga Singapura lainnya atau turis asing yang terdampak gempa Sumbar ini via akun media sosial mereka. “Gempa besar terasa di Singapura!,” cuit pengguna akun @parrysingh.

“Terbangun dan melihat lampu gantung bergoyang #firstlookasia #toapayohlor8,” kicau pemilik akun Twitter @MichaeShawn.

“Terbangun karena getaran (gempa). Tempat tidur saya bergerak maju-mundur. Saya tinggal di timur laut Singapura. Spam F5 Google sekarang untuk cari berita (gempa),” kicau akun @solasura. # rda/cit

 

Komentar Anda
Loading...