Sembilan Pesawat TNI AU Manuver di Langit Palembang

16
news_19680_1406966946Palembang, BP
Sembilan pesawat tempur TNI AU jenis hawk 100 dan 200 bermanuver di langit Palembang. Atraksi dari pesawat jet ini dalam rangkaian latihan Jalak Sakti NKRI dari Pontianak menuju beberapa provinsi di Pulau Sumatera, termasuk Kota Palembang.
Pesawat tempur jenis Hawk 200 merupakan pesawat berkursi tunggal yang diproduksi perusahaan Inggris, BAE System Hawk. Selama ini, Hawk 200 menetap di sejumlah pangkalan AU, salah satunya di Skuadron 12 Rusmin Nuryadin Pekanbaru.
Sebagai pesawat tempur, Hawk 200 memiliki spesialisasi untuk multi-peran dalan pertempuran ringan. Selain jadi pertahanan tangguh di udara, Hawk 200 juga memiliki kemampuan untuk menghancurkan pertahanan darat yang dimiliki musuh.
Pesawat tempur ini didesain untuk bisa melakukan sejumlah manuver di udara. Kecepatan saat terbang tercatat bisa mencapai Mach 0,88 dan saat menukik mampu mencapai Mach 1,15. Ini memungkinkan Hawk dijadikan pesawat latih bagi para pilot sebelum menjalani penerbangan supersonik.
Mesin yang digunakan adalah Adour 871 twin-spool dengan low bypass ratio turbofan buatan Rolls Royce. Di kokpit pesawat, sudah dilengkapi dengan sistem pengendali Hands on Throttle and Stick (HOTAS). Ini memudahkan pilot untuk mengendalikan pesawat sekaligus melepaskan persenjataan.
Hawk 200 menggunakan radar canggih jenis APG 66, yang juga digunakan pesawat seperti F 16. Air refuelling probe juga digunakan Hawk 200, yang memungkinkannya untuk isi bahan bakar di udara untuk varian tertentu.

Baca Juga:  Polda Sumsel dan FKUB Gelar Silaturahmi Kamtibmas

Sejumlah senjata canggih pun dilekatkan di Hawk 200. Misalnya saja rudal untuk menghantam pertahanan darat AGM 65 Maverivk, rudal anti-kapal Sea Eagle, serta Torpedo. Tapi Hawk 200 disebut tidak bisa membawa senapan mesin internal, jadi harus memasang senapan mesin di luar tubuh untuk dicantelkan di bagian tengah.

Pesawat ini juga menggunakan kursi pelontar untuk mencegah keadaan darurat. Ini juga yang menyebabkan pilot pesawat yang jatuh di Pekanbaru berhasil selamat.
AU dikabarkan sudah menggunakan Hawk 100/200 sejak 1997 atau 1998. Adapun varian pesawat yang digunakan AU merupakan Hawk 209.
Sedangkan Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Palembang Kol Pnb Ronald Lucas Siregar menjelaskan, Operasi Jalak Sakti NKRI merupakan latihan dalam mengamankan wilayah di Indonesia. Dalam latihan ini, setidaknya ada 9 pesawat Hawk 100 dan 200 yang dibagi dalam 5 pesawat hawk dari Skuadron I pangkalan Udara Supadio, Pontianak, dan 4 pesawat hawk dari skuadron 12 pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau.
“Latihan udara ini rutin kita selenggarakan setiap tahun, dan Lanud Palembang sebagai pangkalan udaranya,” ujarnya, Senin (30/5).
Meski sekedar transit, pesawat ini juga akan dibuka bagi masyarakat dan siswa untuk melihat dan mengabadikan momen tersebut.
Rencananya, alutsista ini bisa dikunjungi masyarakat pada 1 Juni nanti di Ops Lanud Palembang. “Akan ada statik show untuk para pelajar Palembang,” jelasnya.
Seperti diketahui, Lanud Palembang menjadi salah satu home base pada Latihan Jalak Sakti 2016 TNI AU yang merupakan latihan uji kemampuan dan berpusat di Air Weapons Range (AWR) Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim) pada tanggal 30-31 Mei 2016. #osk
Komentar Anda
Loading...