Siaga Karhutla Hingga Tingkat Desa
Palembang, BP
Untuk menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan siaga hingga tingkat desa. Hal ini untuk menghindari karhutla seperti tahun sebelumnya. Kepala (BPBD) Sumsel Yulizar Dinoto mengatakan, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin sudah mengeluarkan Nomor 171/KPTS/BPBD-SS/2016 tentang Penetapan Status Keadaan Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumsel.
Dikatakannya, dalam SK Gubernur tersebut berdasarkan prediksi kondisi cuaca oleh stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, diperkirakan musim kemarau 2016 di Sumsel berlangsung pada awal April hingga 30 November 2016, dengan suhu udara panas dan kering yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. “Gubernur Sumsel sudah tandatangani SK bahwa status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan dimulai. Artinya ini sebagai upaya pencegahan selektif mungkin agar tak ada lagi bencana asap,” ujarnya.
Ia mengatakan SK ini keluar maka pihaknya akan segera membuka dan menyiapkan posko siaga darurat bencana asap. Tak hanya itu juga akan dibentuk satuan tugas pencegahan dan penanggulangan bencana asap.
Tahun ini, ada 300 desa yang disiagakan dan dari BPBD Sumsel mendirikan 300 posko di empat kabupaten rawan karhutla, yakni Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin, yang juga melibatkan TNI, Polri dan instansi lain.
“Inilah yang membedakan tahun ini dengan tahun lalu, kita fokus hingga tingkat desa rawan kebakaran hutan dan lahan,” katanya. Menurutnya, pihaknya akan menggandeng unsur pemerintahan, TNI, Kepolisian Daerah Provinsi Sumsel, Manggala Agni, MPA (masyarakat peduli api) dan perusahaan swasta. “Tidak boleh ada asap lagi. Karenanya seminimal mungkin tidak boleh ada titik api lagi,” terangnya.
Sementara itu, Danrem 044 / Garuda Dempo Kolonel Inf Tri Minarno, mengatakan, untuk aspek pencegahan, Kodam II Sriwijaya sudah mempersiapkan lima satuan setingkat kompi (SSK) yang melibatkan kekuatan di setiap daerah dan kabupaten terutama empat kabupaten yang tercatat sebagai daerah terjadi karhutla tahun lalu.
“Persiapan pengamanan terutama di posko dan kabupaten yang dengan pengalaman karhutla terbesar dikuatkan guna mencegah peristiwa itu kembali terulang,” tandasnya. #pit