Idealnya SBDK 9,5%

16

suku bungaPalembang, BP

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) masih bertahan dua digit. Padahal, Bank Indonesia (BI) baru saja menurunkan suku bunga acuannya (BI rate) hingga di level 6,75 persen. Pengusaha berharap, idelanya SDBK 9,5 persen.

Pengusaha Jasa Transportasi di Palembang Chairuddin Yusuf mengatakan, idealnya SBDK turun hingga 9,5 persen. Hal tersebut tentunya akan disambut baik kalangan pengusaha.

“Tren perbankan saat ini ingin berlomba-lomba untuk meningkatkan perolehan laba yang dihasilkan, kredit produktifitas seharusnya lebih diutamakan, ketimbang konsumtif, idelanya memang 9,5 persen,” tutur dia, Senin, (28/3).

Dia mengatakan, bagaimana perekonomian bisa berjalan dengan baik, jika bank lebih banyak mengulurkan dana untuk pembiayaan komersil. Harusnya untuk kredit produktif SBDK berada di level satu digit karena menjadi penggerak roda perekonomian yang paling produktif.

Baca Juga:  200 Paket Ayam Tutus Bu Gendut Ludes Terjual

“Kami berharap pemerintah dalam hal ini dapat lebih jeli memperhatikan kondisi seperti ini, sebab percuma saja meskipun BI rate turun namun perbankan tidak mengikutinya,” katanya.

Kepala Cabang Bank Bukopin Palembang Iwan CH mengatakan, seiring dengan turunnya BI rate, Bukopin juga melakukan penurunan SBDK secara bertahap. ” Penurunan disesuaikan tergantung struktur Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menjadi cost fund bank,” katanya.

Dikatakanya, bunga DPK didominasi deposito berjangka waktu panjang (seperti 6 atau 12 bulan ) tentu penurunan bunga deposito menunggu jatuh tempo. Kemudian bunga kredit akan mengikuti. “Rata-rata SBDK untuk kredit ritel di Bukopin turun 50 basis poin sejak dua bulan terakhir, di kisaran 12,5 sampai 13 persen,” katanya.

Baca Juga:  Semester I Tahun 2024, Barantin Sertifikasi Gelembung Renang Ikan Asal Sumsel , Ini Nilainya,..

Dengan penurunan ini, kata Iwan, sektor riil bisa bergerak lebih cepat, dengan demikian bisnis perbankan juga membaik dimana kualitas kredit akan membaik sehingga profit akan meningkat. Di sisi lain, dengan bergeraknya sektor riil pertumbuhan ekonomi juga akan membaik dan meningkat sehingga lapangan kerja baru tercipta dan banyak lulusan PT yang terserap.

“Pertumbuhan kredit tidak saja tergantung dari tingkat bunga tetapi juga kondisi perekonomian di daerah tersebut. Kebetulan Sumsel juga masih belum terlalu pulih sektor agro dan komoditi, untuk itu target pertumbuhan kredit berkisar 18 sampai 23 persen,” katanya.

Baca Juga:  Jet Star Buka Rute Palembang-Singapura

Sementara itu, hal berbeda dilakukan oleh Bank BJB, yang mana sejauh ini belum melakukan revisi terhadap suku bunga mereka. Tercatat suku bunga yang tertera di papan rate Bank BJB cabang Palembang menunjukan SBDK (prime lending rate) pada Senin (28/3) masih sama dengan bulan sebelumnya dengan rata-rata dua digit. Untuk kredit korporasi 10,87 persen, ritel 12,1 persen, lalu kredit konsumsi (KPR) 10,85 persen dan (non KPR) 10,26 persen. “Sejauh ini belum ada perubahan dalam suku bunga kami,” kata Manager Bisnis Bank BJB Palembang Ari Wibowo.#ren

Komentar Anda
Loading...