Nilai Tukar Dolar AS Belum Menguntungkan

13

dolar

Palembang, BP

Walaupun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, masyarakat Kota Palembang masih wait and see melakukan penukaran uang.Sejak nilai tukar rupiah menguat sepekan terakhir, belum terlihat adanya peningkatan pembelian dolar Amerika Serikat di sejumlah tempat penukaran uang atau money changer. Di PT Haji La Tunrung, pembelian dolar tidak terjadi peningkatan yang begitu signifikan.

Marketing Manager La Tunrung Star Group Chika Mardiana, mengatakan, meski rupiah kini menunjukkan tren positif, tapi sejauh ini belum meningkatkan minat masyarakat untuk membeli dolar AS. “Belum ada peningkatan, masih relatif sama seperti biasa,” kata dia, Selasa (15/3)

Dia menilai, masyarakat belum mau memborong dolar karena menganggap nilai tukar mata uang itu masih belum terlalu menguntungkan bagi perdagangan. Masyarakat kemungkinan masih menunggu adanya pelemahan kembali nilai dolar terhadap rupiah.

Baca Juga:  Ekspor Komoditas Pertanian dan Perikanan di Sumsel Senilai Rp 153,4 Miliar di Lepas  ke 12 Negara

“Per hari ini (kemarin, red) kami mematok harga beli Rp 13. 115 per dolar AS, dan untuk jual Rp 13.170,” katanya.

Chika menambahkan, untuk rata-rata pihaknya mampu menjual dolar AS 1.000 – 10.000 dolar AS per setiap pembelian. Sementara jumlah transaksi berkisar 50-100 transaksi yang terjadi setiap hari. “Maka dari itu, kami tidak terlalu bersiap menghadapi lonjakan pembelian dolar. Diprediksi belum akan ada peningkatan pembelian jika nilai tukar dolar masih seperti saat ini,” katanya.

Pada Senin lalu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta bergerak menguat 47 poin menjadi Rp 13.084 dibanding sebelumnya di posisi Rp 13.131 per dolar Amerika.

Bank Indonesia melihat faktor pendorong utama dari kenaikan mata uang rupiah saat ini adalah meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia, sehingga memicu arus modal asing masuk. “ Kami melihatnya kedepan rupiah akan cukup stabil pada kisaran Rp 13 ribuan per dolar AS,” kata Analis BI Perwakilan Sumsel, Dhika Arya Perdana.

Baca Juga:  Permintaan Rumah Bakal Tembus 3.000 Unit

Dikatakanya, faktor eksternal yang sebelumnya mempengaruhi nilai tukar rupiah seperti kenaikan suku bunga AS diperkirakan tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Sementara harga komoditas juga sedang mulai meningkat. “Jadi kurs sekarang sudah cukup optimal menjaga perekonomian,” katanya.

Dijelaskan, jika kurs rupiah terlalu kuat hal tersebut dianggap juga tidak baik untuk ekspor. “ Untuk factor lainnya resiko bias berasal dari negera mitra dagang lainnya terutama Tiongkok, seperti kebijakan dievaluasi yang dikeluarkan tahun lalu,” tukas dia.

Baca Juga:  SKK Migas Gelar Roadshow Sosialisasi Pengamanan Hulu Migas Bersama Aparat Penegak Hukum

Sementara itu, salah satu penukar mata uang asing Liana (32) mengatakan, dirinya baru melakukan penukaran uang ketika akan pergi ke luar negeri. Ini pun dilakukan karena ada pekerjaan penting.

“Mumpung turun, makanya diupayakan untuk menukar uang. Sebenarnya, kalau bisa turun sedikit lagi, akan menukar lebih banyak lagi, jadi ini menunggu dulu, lihat kondisi pergerakan dolar,” katanya.

Dia menyebutkan, penukaran dolar menurutnya memang sepatutnya dilakukan ketika ada pergerakan yang signifikan, dengan harapan ketika ada melakukan perjalanan ke luar, dapat lebih menghemat pengeluaran, terutama biaya.

“Biasanya kalau lagi turunnya tinggi, bisa melakukan penukaran lebih banyak, tetapi kalau sedikit-sedikit masih memiliki menunggu,” tutur dia.#ren

Komentar Anda
Loading...