Australia Larang Warganya ke Indonesia

13

Jakarta, BP

Pemerintah Australia mengeluarkan travel warning atau larangan bepergian bagi warganya yang akan mengunjungi Indonesia, khususnya ke bagian timur. Hal ini disampaikan melalui laman Smart Traveller milik pemerintah Negeri Kanguru, dan informasi tersebut baru saja diperbarui pada Kamis (25/2).

“Perhatikan keselamatan Anda setiap waktu dan ikuti perkembangan beritanya di media. Pikirkan dengan seksama apabila Anda ingin bepergian ke tempat dengan risiko bahaya tinggi. Terutama jika Anda berencana pergi ke Sulawesi Tengah, Papua, dan Papua Barat,” demikian isi travel warning Australia, dilansir dari vivanews.

Larangan bepergian tersebut diumumkan karena ketiga daerah itu rawan konflik sejak Juli 2009. Sejumlah insiden telah terjadi akibat operasi penambangan PT Freeport yang mengakibatkan kematian, termasuk kepada warga Australia.

Baca Juga:  Jabat Ketua DPW Gema Keadilan Sumsel, Syaiful Padli Bidik Suara Pemilih Pemula 

Selain ketiga daerah di Indonesia Timur tersebut, pemerintah Australia juga sangat mewaspadai agar warga negaranya untuk sementara menghindari lokasi wisata populer di Indonesia yakni Bali, Jakarta, dan Lombok. Sebab, pemerintah meyakini ada indikasi serangan teroris akan kembali melanda Indonesia.

“Kami menyarankan Anda untuk meningkatkan kewaspadaan selama berkunjung ke Indonesia, termasuk Bali, untuk saat ini, terkait adanya ancaman teroris,” tambahnya.

Baru Indikasi

Menanggapi adanya travel warning atau larangan bepergian ke Indonesia oleh Pemerintah Australia terkait adanya ancaman serangan teroris susulan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Armanatha Nasir mengatakan itu sebatas peringatan dan baru indikasi.

Baca Juga:  Lebaran Overland Sumatera? Temukan Adventure & Culture Paradise Jambi

“Benar, kami di Kemlu juga menerima laporan itu pagi tadi. Dari yang kami baca juga di situs Smart Traveller Australia, travel advisory soal itu memang ada. Tapi, soal ancaman terorisme itu baru indikasi. Peningkatan status keamanan tidak ada,” ujarnya.

Serangan teroris di sekitar Plaza Sarinah, Jakarta Pusat pada 14 Januari, diindikasikan akan terjadi lagi dalam waktu dekat oleh Negeri Kanguru. Karena itu, Pemerintah Australia mengimbau warganya untuk menghindari atau tidak bertandang ke Indonesia untuk sementara waktu.

Baca Juga:  Bersama Komisi V DPRD Sumsel, Januari, Sultan Palembang , Zuriat dan Dinas Terkait Akan Bertemu Fadli Zon, Minta Pembangunan Gedung Tujuh Lantai Rs dr Ak Gani Dihentikan

Peringatan tersebut disampaikan secara tertulis melalui situs perjalanan pintar mereka. Tempat yang terutama dilarang keras untuk didatangi karena berisiko tinggi jadi target serangan terorisme, bukan lagi di Jakarta, melainkan di Bali, lokasi wisata paling populer di Indonesia.

Meski begitu, Kemlu menegaskan peringatan ini tidak masalah dan ditanggapi dengan santai saja. Tata –sapaan jubir Kemlu RI– menjelaskan Indonesia masih dalam status aman.

“Itu baru indikasi dan persiapan. Yang dapat kami pastikan adalah otoritas keamanan antara kedua negara selalu berkomunikasi dan bertukar informasi. Jadi, pasti aman saja,” terangnya.#rda

Komentar Anda
Loading...