GWM Dorong Peningkatan Ekspansi Kredit
Palembang, BP
Bank Indonesia (BI) kembali melonggarkan kebijakan moneter mereka dengan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 1 persen bersamaan dengan penurunan suku bunga acuan (BI Rate), pekan lalu. Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel Hamid Ponco Wibowo mengatakan, penurunan GWM tersebut diharapkan mampu memperkuat likuiditas perbankan.
“Dengan penurunan GWM 1 persen, perbankan akan mendapat tambahan likuiditas sekitar Rp34 triliun secara nasional. Tambahan likuiditas tersebut tentu akan mendorong peningkatan ekspansi penyaluran kredit,” katanya. Dia mengatakan, dengan penurunan BI rate sebesar 0,25 basis poin, perbankan tentu akan semakin mudah melonggarkan kebijakan mereka untuk menurunkan bunga kredit.
Penurunan bunga kredit diyakini bakal mendongkrak permintaan kredit dari masyarakat sehingga penyaluran pembiayaan tahun ini bisa meningkat. “Secara tidak langsung, kebijakan tersebut tentu akan sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Ponco mengakui, kebijakan ini sejalan dengan permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar perbankan menjaga likuiditas dalam tantangan ekonomi tahun ini yang setidaknya masih sama dengan tahun lalu.
“Likuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya,” jelasnya.#ren