Prioritas Bedah Rumah Wilayah Sanitasi Buruk

15

P1010027Palembang, BP

Pemerintah Kota Palembang memprioritaskan program bedah rumah untuk wilayah yang memiliki sanitasi yang masih buruk. Paling banyak daerah yang belum memiliki sanitasi baik berada di Seberang Ulu (SU) khususnya wilayah Kertapati.

“Program ini kan setiap tahun tempatnya selalu berubah. Tapi memang tahun ini fokus di Kertapati, karena memang di kawasan tersebut masih banyak sanitasi yang buruk dan rumah juga sebagian besar masih terbuat dari kayu. Daerahnya seperti di Kemang Agung,” kata Kepala Dinas PU Cipta Karya Palembang Saiful, Jumat (19/2).

Baca Juga:  Ratu Dewa Masih Berada di Posisi Teratas

Dalam program ini, tambah Saiful, pihaknya menganggarkan dana Rp10 miliar yang masuk dalam APBD Kota Palembang 2016. “Program bedah rumah ini dikhususkan daerah yang masyarakatnya berpenghasilan rendah. Nanti akan dilihat dulu lokasi mana saja yang memang pantas untuk dilakukan bedah rumah,” katanya.

Ia mengatakan, besaran dana yang dianggarkan dan lokasi bedah rumah setiap tahun selalu berubah. Tahun ini, pihaknya akan memfokuskan di wilayah Kertapati terlebih dulu.

Baca Juga:  PGK Indonesia Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu Tanpa Hoax

Saat ini, pihaknya tengah menyusun nama-nama Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya akan mendapatkan program bedah rumah. Ini bekerja sama dengan Ketua RT dan Ketua RW setempat untuk menentukan rumah mana yang cocok dibedah. “Kita juga minta rekomendasi dari RT dan RW setempat untuk mengetahui siapa saja yang berhak mendapatkan program ini,” ulasnya.

Baca Juga:  Sentra Kuliner Baru, Hidupkan Pasar 16 di Malam Hari

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah mencanangkan program zero kawasan kumuh hingga 2019 yang termasuk dalam program ‘100 0 100’ yaitu, 100 persen sanitasi, nol persen kawasan kumuh, serta 100 persen aliran air bersih.

“Bedah rumah menjadi salah satu pekerjaan skala besar kita. Pasalnya kawasan kumuh secara bertahap akan kita ganti dengan rumah layak huni bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah,” singkatnya. #dil

Komentar Anda
Loading...