Inilah Janji Politik 7 Bupati Usai Pelantikan

PELANTIKAN SERENTAK – Pelantikan serentak Bupati dan Wakil Bupati tujuh kabupaten Provinsi Sumsel oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Hall PSCC Palembang, Rabu (17/2)
Palembang, BP
Tujuh pasangan kepala daerah, bupati dan wakil bupati di Provinsi Sumatera Selatan, resmi dilantik Gubernur H Alex Noerdin di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Rabu (17/2). Usai dilantik, mereka mengutarakan pandangan terkait apa yang akan dilakukan di daerah masing-masing.
Pasangan Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi Mawardi-M Ilyas Panji berjanji secara bertahap akan mencetak dan membantu 1.000 pelaku UMKM. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Sesuai dengan program yang kami sampaikan bahwa kami akan mencetak dan membantu pelaku UMKM di OI. Di tahun pertama kami targetkan ada 1.000 pelaku UMKM, baik yang baru memulai usaha dan yang sudah berjalan. Program ini pasti akan kami wujudkan segera,” kata Ofi.
Menurutnya, bantuan yang diberikan dalam bentuk pemberian modal sebesar Rp10 juta per pelaku usaha. Jika jumlah pelaku usaha yang dibantu berjumlah 1.000 orang, jumlah dana yang dibutuhkan untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha sekitar Rp10 miliar.
Untuk mekanismenya, kata dia, pihaknya akan membentuk tim khusus yang bertugas menginventarisasi pelaku usaha yang ada di berbagai kecamatan. Setelah diverifikasi dan sebelum dikucurkan bantuan dana itu, pihaknya juga akan melihat prospektif dari usaha yang dijalani apakah benar-benar potensial atau tidak.
”Memang APBD 2016 sudah diketok palu, namun paling tidak di tahun pertama data jumlah pelaku usaha yang akan mendapatkan dana ini sudah diverifikasi. Begitu pun untuk prioritas usaha, semua usaha baik kerajinan tangan, kuliner dan lainnya akan tetap diakomodir untuk mendapatkan bantuan permodalan,” tutur pria kelahiran Palembang, 22 November 1988 ini.
Soal dana, karena APBD sudah diserahkan, kemungkinan mereka menjalin kerja sama dengan Pemprov Sumsel atau bekerja sama dengan perusahaan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR).
”Kami juga akan mengajak Disperindag bekerja sama dengan provinsi untuk membantu pelaku usaha di OI. Kami harap dengan cara ini akan semakin menumbuhkan dan mengembangkan produk lokal hingga ke tingkat internasional. Apalagi sudah diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),” katanya.
Sedangkan pasangan Kuryana Aziz-Johan Anuar yang mengusung jargon politik ”Bekerja” singkatan Bersama Kuryana Aziz dan Johan Anuar berjanji akan melanjutkan roda pemerintahan OKU yang dia pimpin dengan baik sesuai harapan masyarakat. Terutama sektor kesehatan, pendidikan, kesejangan sosial, dan transportasi, yang pada intinya membuat OKU menjadi kota unggul dan maju dibandingkan kabupaten lainnya.
“Awal kita lakukan perbaikan internal dulu, banyak perbaikan dan itu perlu apalagi sudah dikeluarkan undang-undang ASN ini , ” katanya.
Selain itu menggali potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.
“Yang jelas karena di daerah kami banyak sungai-sungai menghubungkan antar desa ke desa itu diperlukan jembatan dan perbaikan jalan,” katanya.
Dia optimis semua aspirasi masyarakat OKU dapat terealisasi dengan dukungan SKPD yang handal dan harus mulai berlari.
“Kami minta warga OKU ikut serta dalam pembangunan dan jangan jadi penonton , untuk MEA itu sudah program nasional tentu kami akan mendukung pasar bebas, dan sarana prasarana pasar, SDM juga akan kita lakukan perbaikan,” katanya.
Sedangkan M Kholid Mawardi-Fery Antoni meyakini jika OKU Timur dapat lebih baik, lebih aman dan nyaman tanpa jalan berlobang ke depannya. Untuk itu, tentu dibutuhkan dukungan infrastuktur yang baik serta memberikan kesempatan bagi seluruh elemen dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi jalannya pembangunan OKU Timur.
”Untuk mewujudkan itu semua kami tentu memiliki strategi, di antaranya peningkatkan pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta pengelolaan potensi yang optimal,” kata Kholid.
Selain itu, terang Kholid, birokrasi yang bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) juga menjadi janji politiknya yang dilakukan demi tercipta pemerintahan yang berkualitas.
”Proyeksi pembangunan daerah perbatasan juga akan menjadi perhatian kami. Sebab, dengan panjang ruas jalan kabupaten mencapai lebih dari 900 kilometer, tetapi baru 300 kilometer diantaranya dalam kondisi baik. Kerusakan infrastruktur jalan ini tentu membuat terganggunya kelancaran arus perekonomian, dan ini merupakan tugas kami ke depan,” katanya.
Selain itu OKU Timur merupakan penghasil beras terbesar di Sumsel dan tiap tahun surplus 325 ribu ton karena memiliki irigasi yang mengaliri sampai ke Lampung.
Dan tiap tahun produksi beras dari OKU Timur harus naik 5 persen karena tingkat kesuburan tanah masih sangat memungkinkan.
“Kita yang alamiah saja yang penting berjalan , mesti perbaikan dan sesuai arahan pak Gubernur meminta agar memperbaiki yang belum selesai, luruskan yang bengkok, jaga persatuan masyarakat,” katanya.
Dari OKU Selatan pasangan Popo Ali Martopo-Sholehien Abuasir mengusung jargon PAS Bersama Membangun OKU Selatan.
”Mari kita secara bersama-sama membangun kabupaten yang tercinta ini sehingga lebih maju lagi di masa mendatang. Namun semuanya tak mungkin terwujud tanpa doa dan dukungan masyarakat OKU Selatan,” katanya.
Selain itu semua yang berkaitan pelayanan publik, pendidikan , rumah sakit juga akan menjadi prioritas utamanya.
” Paling tidak semuanya bisa terjangkau oleh masyarakat hingga pelosok, termasuk masalah jalan dan kita juga akan memajukan pariwisata dan tempat-tempat pariwisata di OKU Selatan akan kita buat lebih menarik,” katanya.
Sedangkan pasangan Hendra Gunawan-Suwarti yang mengusung jargon Musi Rawas Darrusalam Sempurna mengajak bersama-sama membangun Mura. ”Kita harapkan masyarakat Mura sejahtera, mandiri, produktif, relegius. Mura menjadi kabupaten nyaman dan aman bagi siapapun juga,” jelas Hendra Gunawan.
Keduanya juga akan membangkitkan kembali Musi Rawas sebagai lumbung pangan di Sumatera Selatan. ”Kabupaten Mura menjadi daerah tertinggal, sehingga perlu bersama-sama kita bangun untuk maju dan terdepan,” kata Hendra.
Heri Amalindo-Ferdian Andreas Lacony yang mengusung jargon Serasi Nia 2020 ingin menjadikan PALI sebagai sentra ekonomi rakyat, agamis, sejahtera, inovatif, nyaman, indah, dan aman. Heri berjanji akan berusaha semaksimal mungkin mensejahterakan masyarakat PALI.
”Saya bersama saudara Ferdian akan berusaha sekuat tenaga dan mencurahkan segala pikiran untuk membangun PALI, sehingga PALI bisa sejajar dengan kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Kami bercita-cita untuk menjadikan PALI terkemuka di Sumsel, bahkan di Indonesia,” katanya.
Heri berkeyakinan apabila sumber daya alam seperti gas, minyak, batubara dan perkebunan dikelola dengan baik, PALI dalam waktu singkat akan berkembang lebih pesat. Dia juga berjanji akan membangun perekonomian rakyat dengan mengedepankan pemberdayaan petani.
”Dengan baiknya infrastruktur, tentunya akan memacu pertumbuhan ekonomi, rakyat akan lebih mudah mengangkut hasil pertanian dan bisa melakukan penghematan,” katanya.
Untuk Muratara , pasangan Syarif Hidayat-Devi Suhartoni yang memiliki slogan makmur, aman, cerdas dan bermanfaat berjanji akan memaksimalkan potensi SDA yang melimpah di Muratara dan jarang ditemukan di daerah lain, seperti batu bara, emas, minyak dan gas bumi.
”Beberapa kali kita menemui masyarakat, yang mereka inginkan hampir semuanya sama, yakni peningkatan infrastruktur dasar, seperti jalan yang belum begitu baik di beberapa kecamatan, air bersih dan penerangan,” kata Syarif.
Dia memastikan akan lebih banyak bekerja di luar, dibanding di dalam kantor. Sebab, menurut Syarif, masih banyak hal yang perlu diperbaiki di Bumi Berselang Serundingan dengan turun langsung ke lapangan.
”Termasuk di bidang kesehatan. Jangan sampai rakyat mesti terus-terusan dirujuk ke Lubuklinggau. Kita harus juga memiliki fasilitas yang bisa dinikmati masyarakat. Di bidang pendidikan juga menjadi program utama kami. Dimana, kami berniat memberikan sekolah gratis dan beasiswa hingga jenjang S3 kepada pelajar berprestasi,” katanya. #osk