Lagi, 40 Eks Gafatar Tiba di Palembang

20

Gafatar (1)Palembang, BP

Sebanyak 40 warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dipulangkan dari Cibubur ke Palembang, Selasa (9/11). Mereka berasal dari Palembang, Banyuasin, dan OKU Timur.

Warga eks Gafatar itu untuk sementara ditempatkan di Asrama Haji. Pengamanan 40 orang ini cukup ketat, seperti halnya saat pemulangan 10 eks Gafatar sebelumnya dari Boyolali, Jawa Tengah.

Mereka telah dikunjungi oleh pemerintah kabupaten/kota setempat dan dilakukan pendataan oleh Dinas Sosial Sumatera Selatan. Salah satu dari warga eks Gafatar ini diketahui merupakan warga Desa Telang Makmur, Kecamatan Muara Telang.

Warga eks Gafatar ini berada di Kalimantan sejak sembilan bulan lalu bersama warga asal Palembang lainnya. Mereka berkelompok untuk mengelola lahan pertanian.

Salah satu faktor warga eks Gafatar meninggalkan daerah asalnya dan ikut kelompok itu adalah karena faktor ekonomi. Pasalnya, di Pulau Kalimantan, hasil bumi dinilai lebih tinggi daripada di Sumsel.

Baca Juga:  r Ular Piton Sepanjang 6 Meter di Plafon Rumah Plaju Ulu

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumsel Belman Karmuda mengatakan, proses pemulangan gelombang kedua eks Gafatar asal Sumsel sudah berlangsung sejak Jumat (6/2). Proses pemulangan dilakukan dari pendataan eks Gafatar di dua tempat, yakni asrama haji Pondok Gede, Jakarta, dan penampungan di Cibubur.

Berdasarkan data yang dikoordinasikan bersama Pemprov Sumsel, terdapat sekitar 28 orang warga Sumsel. Akan tetapi saat didata, ternyata bertambah menjadi 40 warga, di antaranya terdapat anak-anak. Rinciannya, satu kepala keluarga (KK) asal Banyuasin, satu KK asal OKU Timur, dan sembilan KK asal Palembang.

“Secara garis besar, memang salah satu motif mereka ikut eks Gafatar ini karena kondisi kesejahteraan. Di Kalimantan, mereka mengelola lahan pertanian. Sedangkan motif yang lainnya kita belum tahu pasti. Pendalamannya, kita kerja sama dengan pihak kepolisian,” katanya.

Baca Juga:  Jangan Kucilkan, Mereka Saudara Kita

Dikatakan, rencananya pemulangan warga eks Gafatar asal OKU Timur dan Banyuasin pada Rabu (10/2). Mereka akan dijemput langsung oleh pemerintah daerah setempat, seperti Kesbangpol dan pihak kecamatan, juga kemungkinan ada yang dijemput keluarganya.

“Saat ini tengah dilakukan pendataan dan pendalaman identitas. Warga eks Gafatar asal Palembang akan dipulangkan secepatnya. Setelah pendataan selesai, akan segera dijemput dan dipulangkan ke daerah masing-masing. Kemungkinan sekitar dua hari,” katanya.

Semua eks Gafatar ini akhirnya mau dipulangkan setelah sempat menjalani proses negosiasi yang alot. Mengingat, para eks gafatar masih memikirkan alternatif tempat lain, selain Sumsel untuk melanjutkan hidup mereka.

Baca Juga:  Unggul Sementara di Survey LSI ,  Ini Tanggapan Herman Deru

Dinas Sosial juga membangun dapur umum guna memenuhi kebutuhan konsumsi. Selain itu juga ada bantuan berupa perlengkapan bayi dan anak-anak seperti bedak bayi, minyak angin, popok, dan lainnya.

Menurut Ketua MUI Sumsel Sodikun, kegiatan yang digelar oleh Gafatar tidak sesuai dengan Agama Islam. Karena itu, pemerintah harus melakukan upaya pembinaan, termasuk melakukan pengawasan terhadap mereka.

“Bukan tentang gerakan sosial yang dilakukan Gafatar yang MUI tentang, akan tetapi pemahaman dan keyakinan Gafatar harus diluruskan. Jangan sampai merusak nilai agama atau melenceng. Sebagai sesama umat, harus mengoreksi pemahaman yang tidak sesuai atau melanggar tersebut,” terangnya. #pit

 

Komentar Anda
Loading...