Gubernur Minta Pelindo II Percepat Pelabuhan Tanjung Carat
Jakarta, BP
Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin minta Dirut Pelindo II RJ Lino mempercepat pengembangan pelabuhan laut dalam di Tanjung Carat, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, agar lalulintas pengiriman batubara, minyak, dan gas lebih singkat. “Jika Pak Lino bilang tadi empat bulan masterplan-nya selesai dan rencana pembangunan dimulai pertengahan 2016, saya kira kelamaan, dan saya berharap dua bulan masterplan-nya selesai serta awal tahun ini mulai dikerjakan,” ujar Alex Noerdin menanggapi presentasi Dirut Pelindo II RJ Lino di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (5/11).Menurut Alex, sejak dua tahun lalu dia sudah berencana mengembangkan pelabuhan tersebut, namun belum mendapat respons Menko Perekonomian saat itu. Setelah Menko berganti, beberapa minggu kemudian, baru disetujui. “Pelabuhan Tanjung Carat dan Tanjung Api-api sangat strategis untuk lalulintas laut. Pelabuhan itu nantinya bisa mengangkut lebih banyak hasil bumi seperti batubara ke berbagai penjuru dunia,” katanya.
Alex minta kepada RJ Lino lebih cepat memproses segala sesuatu yang berhubungan dengan pembangunan pelabuhan. Bila terkendala dengan pemerintah daerah segera dilaporkan agar dibantu. “Bila ada yang harus saya tandangani sekarang, saya tandatangani sepanjang kewenangan saya. Cepat diproses tapi tidak melanggar aturan. Prosedur jangan dilanggar, tapi boleh dilompati,” papar Alex.
Dikatakan, pertemuan Pemprov Sumsel dengan pihak Pelindo hari itu setelah kedua belah pihak melakukan kesepakatan setahun lalu. Pihak Pelindo menyiapkan studi kelayakan untuk pelabuhan Tanjung Carut. “Pelindo II menyampaikan secara hitung-hitungan. Artinya, Pelindo minta dibangun infrastruktur yang layak seperti jalan darat maupun sungai,” paparnya.
RJ Lino menandaskan, pihaknya tertarik mengembangkan pelabuhan Tanjung Carut dan telah melakukan survei ke wilayah Tanjung Carat. Pihak Pelindo juga telah membentuk tim untuk merealisasikan rencana pengembangan laut Tanjung Carat. “Sekitar empat bulan kami akan selesaikan masterplan-nya dan pertengahan 2016 mulai pengerjaan,” tegasnya.
Sementara itu Dirut PT Bukit Asam Milawarma yang hadir dalam acara itu mengatakan, pembangunan pelabuhan Tanjung Carat sangat strategis sebagai zona kawasan ekonomi khusus (KEK). Bila hal itu terwujud, tambang batubara bisa diangkut ke berbagai pelosok. Dan produksi batubara bisa bertambah,” paparnya. #duk