Penghuni Rusun Terancam Kehilangan Tempat Tinggal
Palembang, BP
Revitalisasi rumah susun alias rusun yang dilakukan akan oleh Perum Perumnas masih dalam tahap sosialisasi. Diperkirakan pada Desember mendatang baru akan dibangun.
Bagaimana nasib penyewa, Pemko Palembang dan pengelola mengaku menyerahkan kepada pemilik. “Hingga saat ini belum ada solusi bagi penyewa, sosialisasi mungkin sudah ada, tapi itu lebih kepada pemilik rusun. Kalau untuk penyewa tidak ada. Informasi yang kami ketahui saat pembangunan nanti, semua penyewa akan digusur,” kata salah satu penghuni rusun di blok 23, Senin (28/9).
Berapa banyak penyewa rusun? Kabarnya lebih dari 90 persen penghuni adalah penyewa. Penyewa rusun umumnya penyewa lama dan dari kalangan kurang mampu. Satu blok memiliki sekitar 100 kamar dan cenderung sudah berkeluarga.
“Di kawasan ini ada sekitar 22 blok, satu blok ada 100 kamar, diperkirakan penghuni ada sekitar 2.200 kepala keluarga. Kalau ini jadi dibangun, mau dikemanakan penyewa ini. Hingga kini belum ada solusi,” katanya.
Menurutnya, revitalisasi rusun untuk masyarakat kurang mampu bohong. Sebab, yang menikmati perbaikan itu adalah pemilik. Untuk saat ini belum ada pembicaraan untuk kembali bisa menyewa setelah diperbaiki.
“Jika perbaikan rusun ini jadi diperbaiki, bukan kami yang akan menikmati, justru pemilik yang akan menikmati. Jika sudah diperbaiki, kami akan sewa lagi sudah pasti naik biaya sewanya, jadi bantuan pembangunan ini untuk siapa?” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang Syafri Nungcik mengatakan, pihaknya berharap ada keterbukaan pemilik rusun setelah direvitalisasi. Namun, pihaknya tidak bisa memaksa pemilik.
“Itu urusan pemilik terhadap penyewa, penggantian uang sewa selama proses pembangunan diberikan kepada pemilik. Setelah pembangunan tergantung pada pemilik, siapa yang diperkenankan menyewa, namun harapannya adalah penyewa lama,” kata Sapri.
Disebutkan, total kamar yang dihuni saat ini sebanyak 3.584, setelah dibangun maka akan menjadi 9.049 kamar. “Penyewa tetap masyarakat ekonomi lemah, namun tetap melalui pemilik,” katanya.
Sementara itu, General Manager Perum Perumnas Rohmad Budiyanto mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan sosialisasi kepada pemilik rusun. Pemilik memang tidak dikenakan biaya lain-lain, sehingga ketentuan sistem sewa ada pada pemilik.
“Sisanya bangunan yang akan dikelola Perum Perumnas tidak banyak paling sekitar 5 persen. Untuk pembangunan nanti akan diserahkan kepada pemilik, sementara penyewa adalah kebijakan pemilik,” katanya.#ren