Palembang Minim Prestasi Olimpiade Sains

22

Palembang, BP

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang, akan menyiapkan pembinaan khusus kepada pelajar berprestasi untuk menghadapi olimpiade sains. Rencana ini diperlukan karena masih minimnya prestasi siswa dalam ajang bergengsi tersebut.

“Selama ini siswa dibina secara intensif kalau sudah menjelang lomba. Padahal butuh prestasi besar, karena itu konsepnya harus ada pembinaan rutin. Ibarat olimpiade olahraga tinju yang masa latihannya panjang,” ungkap Kepala Disdikpora Kota Palembang Ahmad Zulinto, usai menghadiri pengukuhan siswa baru SMAN 1 Palembang, Kamis (13/8).

Baca Juga:  Sekda Buka Operasi Pasar Murah Pemprov–BI untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadan dan Menyambut Idulfitri 1447 H

Dia menjelaskan, untuk langkah awal, pihaknya akan meminta setiap SMA Negeri di Palembang mengirimkan anak-anak didik terbaik dalam bidang sains. Selanjutnya dilakukan seleksi antar sekolah untuk menjaring 20 terbaik. Ke-20 siswa inilah yang akan dibina dan diasah kemampuan sains.

“Lokasi pembinaannya di sekolah yang ditunjuk. Misalnya, untuk matematika di SMAN 1 dan fisika di SMAN 17,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Halmahera Selatan Buka Festival Marabose 2023, Dihadiri SMB IV

Zulinto meyakinkan, rencana ini bisa melahirkan calon juara olimpiade sains dari Kota Palembang. Pihaknya akan membuat surat edaran dan membentuk tim untuk teknis pembinaan setiap mata pelajaran sains. Terkait guru pembina bisa dari tenaga pendidik di lingkungan Disdikpora Palembang sendiri ataupun dari perguruan tinggi.

“Guru juga kami minta tingkatkan kompetensi akademiknya untuk mendukung rencana ini. Soal honor pembinaan bisa dari dana BOS. Inilah pentingnya transparansi dana BOS,” ujar dia.

Baca Juga:  Konsep Baru Kuliner Seafood di Palembang: Seafood Demang Hadir dengan Pengalaman Makan yang Unik dan Istimewa

Dia juga menyayangkan sekolah-sekolah unggulan seperti SMAN 1 Palembang belum bisa melahirkan juara olimpiade sains. Selain rencana tersebut, Zulinto berharap sekolah dapat mempelajari kendala bersaing anak didik secara mendalam.

“Biasanya yang menjadi juara selalu sekolah dari daerah di DKI, Jatim, Jabar. Untuk ke depan kita yang harus juara,” pungkasnya.

#adk

 

Komentar Anda
Loading...