APBD Sumsel 2027 Disorot, Cik Ujang Janjikan Penanganan Karhutla Lebih Efektif

5

Palembang,BP– Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) berkomitmen mengoptimalkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, saat membacakan Jawaban Gubernur Sumsel atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Sumsel Tahun Anggaran 2027, dalam Rapat Paripurna XLIV (44) DPRD Sumsel di Gedung DPRD Sumsel, Senin (12/10/2026). Rapat paripurna di pimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel H Nopianto.

Baca Juga:  Penunjukan Sri Mulyani Tidak Perlu Dikhawatirkan

Cik Ujang menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemantauan titik panas (hotspot), pemanfaatan informasi cuaca, verifikasi lapangan, hingga penguatan sistem respons cepat.

“Pemprov Sumsel menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla. Penanganan karhutla akan diperkuat melalui pemantauan titik panas (hotspot), pemanfaatan informasi cuaca, verifikasi lapangan, serta peningkatan sistem respons cepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Diskusi Buku Toponimi Hidupkan Jejak Budaya dan Sejarah Sumatra Selatan di PKD Lampung 2025

Menurutnya, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas memadamkan api. Kesiapan personel, ketersediaan sarana dan prasarana, akses menuju lokasi kebakaran, serta sumber air juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.

Pemprov Sumsel juga menekankan pentingnya pencegahan melalui pengelolaan lahan tanpa bakar, peningkatan kesadaran masyarakat, pelibatan kelompok masyarakat peduli api, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara sengaja dan melanggar ketentuan.

Baca Juga:  Jalan Masuk Komplek Liverpool II Rusak dan Berlubang

Di sisi lain, pembahasan APBD 2027 turut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memastikan anggaran yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Optimalisasi pendapatan daerah, evaluasi alokasi belanja, dan efektivitas penggunaan anggaran dinilai penting agar program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan.

“Optimalisasi pendapatan daerah, evaluasi alokasi belanja, serta efektivitas penggunaan anggaran juga menjadi perhatian kami agar setiap program pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan,” kata Cik Ujang.#udi

Komentar Anda
Loading...