Turun ke Pasar, Kejari Lubuklinggau Cek Harga dan Stok Bahan Pokok

10

LUBUKLINGGAU, BP- Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Lubuk Linggau bersama perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuk Linggau melakukan pemantauan langsung harga bahan kebutuhan pokok dan barang penting di pasaran.

Kegiatan pengumpulan data dan informasi tersebut dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, di Pasar Inpres Lubuk Linggau. Dalam kegiatan itu, tim menyambangi sejumlah kios dan pedagang untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok selama bulan Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lubuk Linggau, Armein Ramdhani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pantauan di lapangan, mayoritas harga komoditas masih relatif stabil.

Harga bawang merah tercatat Rp37.000 per kilogram dan bawang putih Rp34.000 per kilogram, tidak mengalami perubahan dibandingkan sebelum Ramadhan.

Baca Juga:  Dari Lubuklinggau untuk Indonesia: Gerakan Menulis Sastra Lokal Aman untuk Anak

Untuk komoditas protein hewani, daging ayam dijual di kisaran Rp42.000 per kilogram, sedangkan daging sapi mencapai Rp140.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam masih bertahan di harga Rp56.000 per karpet.

Komoditas sayuran pun terpantau stabil. Sawi hijau dijual Rp10.000 per kilogram dan bayam Rp7.000 per kilogram, tanpa kenaikan signifikan.

Meski demikian, tim mencatat adanya kenaikan harga kacang kedelai dari Rp500.000 menjadi Rp515.000 per karung (50 kilogram). Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi meningkatnya biaya logistik atau ongkos distribusi.

Selain itu, di lapangan juga ditemukan kelangkaan minyak goreng subsidi merek MINYAKKITA. Kendati demikian, harga eceran masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter.

Baca Juga:  Daftar Tunggu Naik Haji 15 Tahun

Sementara itu, stok beras eceran dinilai mencukupi dengan harga rata-rata Rp14.000 per kilogram. Minyak goreng curah tersedia di harga Rp18.500 per liter. Adapun gula dan tepung terigu masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga, Tim Intelijen Kejari juga melakukan kunjungan ke Kantor Cabang Perum Bulog Lubuk Linggau.

Kepala Bulog KC Lubuk Linggau, Muklis Affandi, menjelaskan bahwa secara umum terjadi kenaikan harga sekitar 2–3 persen pada sejumlah komoditas di wilayah Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Bulog memastikan stok beras subsidi SPHP mencukupi hingga enam bulan ke depan dengan harga sesuai HET Rp12.500 per kilogram. Sebelumnya, Bulog juga telah menyalurkan 78 ton MINYAKKITA ke wilayah Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara guna membantu menjaga stabilitas harga.

Baca Juga:  Wamenaker RI H Afriansyah Noor Resmikan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di UPTP BLK Lubuklinggau

Saat ini, penjualan MINYAKKITA dibatasi hanya bagi pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Di Kota Lubuk Linggau, distribusi dilakukan melalui Toko Akor untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah potensi penyimpangan.

Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini dan pengawasan di daerah dalam rangka menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Komentar Anda
Loading...