Bukti Komitmen! Bank Sumsel Babel Dukung Peningkatan PAD Berbasis Digital di Kota Lubuk Linggau

74

Lubuk Linggau, BP- Bank Sumsel Babel Cabang Lubuk Linggau mendukung penuh Pemerintah Kota Lubuk Linggau dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis digital.

Komitmen dan dukungan itu disampaikan Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Lubuk Linggau, Rianda Pratama melalui PPS Pemimpin Cabang, Fahri Lubis didampingi Pemimpin Kantor Kas UNPARI, Sandi Perwira pada acara penatakelolaan asset pasar tradisional milik Pemerintah Kota Lubuk Linggau dan pelaksanaan penerapan “STAR TERDEPAN” (strategi transformasi digital, data akurat pendapatan daerah meningkat) dan penyerahan Surat Ketetapan Restribusi sewa kepada pedagang (SKRD), di ruang Cinema Hall Perkantoran Wali Kota lantai 5, Rabu, 15 Oktober 2025.

Tampak hadir Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat, staf ahli, Heri Zulianta, perwakilan Kodim 0406/Lubuk Linggau, perwakilan Polres Lubuk Linggau, Kepala Disperindag, Medhioline Sapta Windu, Penyelia Dana Jasa Priority Bankking, Marlinda, , Penyelia Umum, Wahyu dan Asisten Bisnis, Fazrul Ilmi, pelaku usaha dan pedagang.

“Bank Sumsel Babel Cabang Lubuklinggau mensupport penuh Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam Peningkatan PAD Kota Lubuklinggau melalui pembayaran retribusi yang berbasis digital dan non tunai, sehingga mempercepat dan mempermudah Pemkot dalam memonitor pendapatan asli daerah melalui monitoring layanan dari Bank Sumsel Babel,” ujarnya.

Baca Juga:  Provost Cek Keberadaan Anggota Pol PP

Diungkapkannya, sejauh ini retribusi atau pembayaran yang berjalan melalui pembayaran menggunakan Virtual Account Bank Sumsel Babel Lubuk Linggau yang sudah dilakukan kerjasama dengan PDAM Kota Lubuklinggau.

“Kita juga sudah menjalin kerjasama dengan Disperindag Kota Lubuklinggau untuk Pembayaran Retribusi Pasar Pertokoan dan Kios di Pasar Terminal Atas dan Pasar Impres, dan dalam Proses Dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklinggau untuk Pembayaran Retribusi Sampah Rumah Tangga” tukasnya.

Dia menamahkan, dengan layanan retribusi berbasis digital dan non tunai yang ditawarkan Bank Sumsel Babel kepada Pemkot Lubuklinggau melalui Disperindag, tentunya mempermudah nasabah dalam hal ini para pedagang di pasar Kota Lubuklinggau, di mana untuk pembayaran yang ditetapkan oleh pemerintah dapat dilakukan pembayaran melalui Teller seluruh Cabang atau Kantor Bank Sumsel Babel.

“Dan dapat juga melalui layanan BSB Mobile, Mesin ATM/CRM Bank Sumsel Babel yang tentunya GRATIS atau tanpa biaya dalam proses pembayaran Virtual Account Bank Sumsel Babel. Hal ini di ujicoba langsung dihadapan Bapak Walikota dan Para Pedagang yang hadir pada hari ini, retribusi yang dibayarkan langsung masuk real time ke rekening Disperindag Kota Lubuklinggau,” tegasnya.

Baca Juga:  Program Pintar- KB Solusi Jitu Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang KB

Sementara itu, Kepala Disperindag Lubuk Linggau, Medhioline Sapta Windu, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam strategi transformasi digital pemerintah daerah. Melalui SKRD dan aplikasi Sigap Juara, diharapkan pendapatan daerah dari sektor retribusi dapat meningkat secara signifikan.

“Dengan SKRD, legalitas sewa kios menjadi jelas dan membuktikan bahwa kios adalah milik Pemkot. Ini juga meningkatkan kepercayaan pedagang serta mendongkrak PAD,” jelas Medhio.

Saat ini, Kota Lubuk Linggau memiliki 9 pasar, namun yang aktif hanya 4, yaitu: Pasar Bukit Sulap, Pasar Moneng Sepati, Pasar Inpres, dan Pasar Simpang Periuk.

Sementara itu, Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menegaskan bahwa penyerahan SKRD ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) dalam memenuhi janji serta merespon keinginan para pedagang Pasar Inpres untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi.

“Selama ini banyak pedagang yang terpaksa membayar dua kali. Selain membayar ke Disperindag, mereka juga harus membayar kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini jelas merugikan pedagang dan termasuk dalam kategori pungli,” ujarnya.

Baca Juga:  13.187 Siswa Peserta UN di Linggau

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Lubuk Linggau meluncurkan aplikasi Sigap Juara, sebagai solusi digital untuk mempermudah pembayaran sewa kios secara transparan dan menghindari praktik pungli.

Ke depan, Pemkot Lubuk Linggau berencana merehabilitasi Pasar Inpres dan menyiapkan sebanyak 400 kios baru bagi pedagang, dengan skema sewa yang tidak memberatkan.

Pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan juga akan dialihkan ke kios resmi agar lebih tertata.

“Pemkot juga telah membentuk Satgas Anti Premanisme untuk menindak tegas praktik pungli. Kami minta dukungan dari kepolisian dan kejaksaan untuk menindak oknum-oknum yang terlibat pungli,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbaikan dan penataan pasar merupakan bagian dari visi-misi Linggau Juara: Maju Kotanya, Sejahtera Masyarakatnya, dengan membantu pedagang tentu akan mensejahterakan pedagang

“Pasar Inpres adalah jantung Kota Lubuk Linggau, Pasar Inpres adalah ‘Tanah Abang’-nya Lubuk Linggau. Mari kita jaga dan lestarikan bersama,” imbaunya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota secara resmi menyerahkan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) sewa kios Pasar Inpres kepada para pedagang.

Komentar Anda
Loading...