Pemindahan Depo Pertamina Plumpang Opsi Tepat Cegah Kebakaran Berulang

75

Permukiman penduduk hangus dampak kebakaran Depo Pertamina Plumpang di Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta, Sabtu (4/3/2023).(Antara Foto/M Risyal Hidayat/foc.)

JAKARTA – Pemindahan Depo Pertamina Plumpang dinilai opsi yang tepat untuk mencegah kebakaran berulang di kemudian hari.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan opsi pemindahan Depo Pertamina Plumpang dinilai opsi yang tepat dan cepat dengan beberapa alasan.

Pertama, kebakaran berawal dari Depo Pertamina Plumpang, bukan rumah penduduk. Alasan berikutnya, pimindahan Depo Pertamina Plumpang dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan merelokasi rumah warga di kawasan itu.

“Pemindahan Depo Pertamina dapat diputuskan secara cepat oleh direksi Pertamina. Sedangkan keputusan relokasi kawasan penduduk lebih lama karena melibatkan beberapa pihak yakni Pertamina, Pemda DKI, dan warga,” kata Fahmy Radhi dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin.

Baca Juga:  DPD RI Ajukan 10 RUU Siap Naskah Akademik

Ia menilai saat ini lokasi Depo Pertamina Plumpang sudah sangat tidak layak lantaran berada di tengah kawasan padat penduduk serta tidak tersedia “buffer water” cukup yang dibutuhkan untuk proses pendinginan pipa.

Padahal, menurut Fahmy, pendistribusian BBM dari kilang ke Depo Pertamina menggunakan pipa yang sebagian melewati kawasan penduduk, sehingga saat pipa terbakar pasti akan menyebabkan kebakaran rumah penduduk di sekitarnya.

Baca Juga:  Peby Anggi Pratama , Mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Hukum Unsri Beri Penyuluhan Hukum ke Masyarakat

“Dengan alasan tersebut, maka hanya satu kata pindahkan Depo Pertamina Plumpang dalam tempo sesingkatnya,” kata dia.

Kebakaran yang kali ketiga terjadi di Depo Pertamina Plumpang dan Kilang Minyak Pertamina, menurut dia, mengindisikan bahwa sistem kemanan (safety system) amat buruk, di bawah international standard yang mensyaratkan nihil kecelakaan (zero accidents) bagi asset staretgis dan risiko tinggi

Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara terbakar pada Jumat malam (3/3). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 17 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Selain itu, terdapat 49 orang luka berat dan 2 orang luka ringan.

Baca Juga:  KPU Palembang  Mulai Gaungkan Tahapan Pemilu 2024

Saat meninjau salah satu posko korban kebakaran di RPTRA Rasela Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Minggu (5/3), Presiden Joko Widodo meminta Menteri BUMN Erick Thohir dan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono segera mencari solusi atas kejadian itu.

“Saya sudah perintahkan Menteri BUMN dan Gubernur DKI segera mencari solusi dari kejadian di Plumpang, terutama karena ini zona yang bahaya. Tidak bisa lagi ditinggali, tetapi harus ada solusinya. Bisa saja Plumpang-nya digeser ke reklamasi atau penduduknya yang digeser ke relokasi,” kata Jokowi. (*)

Komentar Anda
Loading...