Ratusan UMKM Meriahkan F1 Powerboat Lake Toba 2023

254

 

BALIGE, BP – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara bersama Pemerintah Kabupaten Toba menyiapkan tiga titik sebagai lokasi penyelenggaraan side event F1 Powerboat Lake Toba 2023. Ketiga lokasi tersebut di Lapangan Mini Soposurung, Pantai Sibolahotang Sas, dan Bundaran D.I. Panjaitan.

 

Demikian diungkapkan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo), Kabupaten Toba, Sesmon Butarbutar, saat dihubungi Rabu, (22/2/2023).

 

Sesmon mengatakan, di lokasi yang dapat menampung ribuan pengunjung ini akan diisi kegiatan pameran ratusan produk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sekaligus nonton bersama.

Baca Juga:  Polo Air Andalkan Zubaidah dan Siti Balqis di PON

 

“Di Lapangan Mini Soposurung akan berlangsung side event selama tiga hari dengan kapasitas paling besar yakni sekitar 3.000 orang. Sedangkan di Pantai Sibolahotang Sas dan Bundaran D.I. Panjaitan dapat menampung sekitar 1.500 hingga 2.000 orang,” kata Sesmon.

 

Ia menerangkan, sebagai upaya turut mendorong produk lokal, di lokasi akan sekitar 502 UMKM. Para pelaku ini telah melalui proses assessment. Mayoritas UMKM yang terlibat memiliki produk kuliner dan souvenir.

 

“Produk unggulan kami ada kopi, stola tenun toba, padi maupun jagung, karena Toba ini dikenal juga sebagai daerah pertanian dan kopi,” ucap Sesmon.

Baca Juga:  2018, Palembang Gelar MotoGP

 

Kabupaten Toba memiliki beberapa produk kopi yang diunggulkan, seperti Mora Kopi dari daerah Ajibata dan juga Kopi Partungkuan, yang sudah pernah dicoba  Presiden Joko Widodo.

 

“Sekarang, berdasarkan Indikasi Geografis (IG), Kopi Arabika Toba sudah diakui, bahwa Toba adalah penghasil kopi arabika,” ia menuturkan.

 

Sedangkan untuk produk kuliner, Pemerintah Kabupaten Toba memang mendorong para pelaku UMKM memanfaatkan event F1 Powerboat untuk menonjolkan makanan atau kudapan tradisional khas daerah.

 

Baca Juga:  Ribuan  Peserta Antusias Ikuti Sriwijaya Run 2024 di CGC Palembang

“Kita imbau masyarakat untuk menyediakan kuliner-kuliner tradisional seperti kue lapet, tipa-tipa juga sasagun, yang sudah dimodifikasi menjadi seperti kukis atau biskuit, sehingga bisa dijadikan oleh-oleh,” kata dia.

 

Secara umum UMKM yang telah melewati proses assessment juga diminta meningkatkan kualitas sehingga bisa bersaing dengan produk-produk serupa yang sudah lebih dulu ada di pasaran. Misalnya segi kemasan, harga, kualitas, hingga ketersediaan produk.

 

Sesmon menambahkan, jika UMKM diarahkan untuk menampilkan produk yang berkualitas dan kompetitif, namun terkait harga tidak melebihi harga pada umumnya.#gus

Komentar Anda
Loading...