Dua Mantan Anggota DPRD Sumsel Ini Maju di DPR RI dari Partai Gelora

565
Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Erza Saladin ST didampingi  Sekretaris DPW  Partai Gelora Sumsel Amril Sudiono ST,  Kabid SDM DPW Partai Gelora Sumsel Saifurrahman, MPd.I  usai rapat koordinasi wilayah pemenangan pemilu 2024 di Hotel Daira Palembang, Minggu (22/1).(BP/udi)

Palembang, BP- Sabtu (21/1) hingga Minggu (22/1) DPW Partai Gelora Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat koordinasi  wilayah pemenangan pemilu 2024 termasuk mensosialisasikan  nomor urut, lambang partai  dan bagaimana menang di Daerah Pemilihan (Dapil) RI, Dapil Provinsi dan Dapil kabupaten kota yang ada di Sumsel.

Sedangkan target pemilu pada tahun 2024 mendatang, Partai Gelora Sumsel  menargetkan  minimal meraih 1 kursi disetiap daerah pemilihan baik kabupaten kota maupun Provinsi sudah mendekat dan dalam beberapa bulan sudah di dapat

“Kalau satu dapil minimal dapat 1 kursi  kemungkinan besar kita bisa meraih 1 fraksi disetiap kabupaten kota dan provinsi,” kata Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Erza Saladin ST didampingi  Sekretaris DPW  Partai Gelora Sumsel Amril Sudiono ST,  Kabid SDM DPW Partai Gelora Sumsel Saifurrahman, MPd.I  usai rapat koordinasi wilayah pemenangan pemilu 2024 di Hotel Daira Palembang, Minggu (22/1).

Baca Juga:  KPK 'Bersih-bersih', Copot Puluhan Pegawai Terkait Pungli di Rutan KPK

Sedangkan untuk caleg DPR RI  dapil Sumsel I dari Partai Gelora menurutnya akan  diisi mantan anggota DPRD Sumsel Yuswar Hidayatullah  dan di dapil Sumsel II dari Partai Gelora akan diisi mantan anggota DPRD Sumsel Erza Saladin ST .

“Dan Insya Allah tokoh-tokoh potensial akan kita usung sebagai bacaleg disetiap tingkatan,” katanya.

Mengenai sistim pemilu 2024 menurut mantan anggota DPRD Sumsel ini melihat  pimpinan partai Gelora menginginkan sistim pemilu proporsional  terbuka tapi kalau pada akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan lain maka kader Partai Gelora harus siap menghadapinya.

“ Tapi memang  kalau ingin membuka kran demokrasi dan  tampilnya anak bangsa dengan teruji  dengan ide-idenya kami yakin dengan  proporsional terbuka akan  lebih mujarab,” katanya.

“ Kalau caleg di kabupaten kota alhamdulilah sudah  ada setiap dapil  dan di dapil Provinsi sudah ada alhamdulilah , walaupun dari jumlah total yang di minta KPU maksimal  100 persen  belum, tapi ada satu dua yang sudah 100 persen  baik dapil provinsi dan kabupaten kota,” katanya sembari mengatakan , rekrutmen caleg dilakukan dari dalam dan dari luar.

Baca Juga:  PALI Archery Klub Mulai Diminati

Di Partai Gelora menurut Erza di pastikan  tidak menerima mahar dalam pencalegan .

“ Tapi kalau dia ngomong aku ada massa seribu , oke bagaimana bapakmenjaga 1000 itu, bisa tidak bapak sediakan 1000 kaos , bisa, mana buktinya, kalau ada kami serahkan lagi ke bapak buktikan bapak bagikan kaos ke 1000 orang itu  ada poto-potonya , jadi untuk dia juga bukan untuk Erza Saladin, Amril Sudiono atau Saifurrahman, ndak  memang untuk dia juga , bagi  Gelora, Gelora besar, elaktibilitasnya  menaik, popularitasnya menaik dan terpilih menjadi anggota dewan  disetiap level itu yang kami butuhkan untuk merealisasikan  5 besar dunia ,” katanya

 

Mengenai adanya Koalisi  Indonesia Baru, Koalisi Perubahan yang merupakan koalisi partai-partai, Erza mengatakan, pihaknya ingin melebur .

Baca Juga:  Dipertanyakan, Kayu Unglen Kapal Sriwijaya Terbengkalai

“ Jadi kalau calon presiden harusnya dia setelah terpilih merangkum semua kekuatan anak bangsa , tidak ada lagi cebong kampret , hilangkan semua itu, kita tidak akan menjadi bangsa besar , tidak bisa menjadi bangsa yang kuat , tidak bisa menjadi bangsa yang disegani di publik  di dunia kalau seperti itu terus,  Gelora ingin melebur itu semua yang kanan laju, yang kiri laju , yang tengah laju, Gelora ini,” katanya.

Untuk Capres dari Partai Gelora menurutnya adalah Anis Matta dan Cawapres Fahri Hamzah.

“Ini bukan Over Confidance , tapi kami menyakini bahwa  partai  politik itu harus begitu , kita tidak tahu perubahan ini bisa hitungan detik, hitungan menit dan hitungan hari, kami lebih conpidance bahwa  Ketum  dan Waketum itu  kapabel untuk memimpin Indonesia, kalau calon kami itu dulu,” katanya.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...