
Palembang, BP- Sabtu (21/1) hingga Minggu (22/1) DPW Partai Gelora Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar rapat koordinasi wilayah pemenangan pemilu 2024 termasuk mensosialisasikan nomor urut, lambang partai dan bagaimana menang di Daerah Pemilihan (Dapil) RI, Dapil Provinsi dan Dapil kabupaten kota yang ada di Sumsel.
Sedangkan target pemilu pada tahun 2024 mendatang, Partai Gelora Sumsel menargetkan minimal meraih 1 kursi disetiap daerah pemilihan baik kabupaten kota maupun Provinsi sudah mendekat dan dalam beberapa bulan sudah di dapat
“Kalau satu dapil minimal dapat 1 kursi kemungkinan besar kita bisa meraih 1 fraksi disetiap kabupaten kota dan provinsi,” kata Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Erza Saladin ST didampingi Sekretaris DPW Partai Gelora Sumsel Amril Sudiono ST, Kabid SDM DPW Partai Gelora Sumsel Saifurrahman, MPd.I usai rapat koordinasi wilayah pemenangan pemilu 2024 di Hotel Daira Palembang, Minggu (22/1).
Sedangkan untuk caleg DPR RI dapil Sumsel I dari Partai Gelora menurutnya akan diisi mantan anggota DPRD Sumsel Yuswar Hidayatullah dan di dapil Sumsel II dari Partai Gelora akan diisi mantan anggota DPRD Sumsel Erza Saladin ST .
“Dan Insya Allah tokoh-tokoh potensial akan kita usung sebagai bacaleg disetiap tingkatan,” katanya.
Mengenai sistim pemilu 2024 menurut mantan anggota DPRD Sumsel ini melihat pimpinan partai Gelora menginginkan sistim pemilu proporsional terbuka tapi kalau pada akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan lain maka kader Partai Gelora harus siap menghadapinya.
“ Tapi memang kalau ingin membuka kran demokrasi dan tampilnya anak bangsa dengan teruji dengan ide-idenya kami yakin dengan proporsional terbuka akan lebih mujarab,” katanya.
“ Kalau caleg di kabupaten kota alhamdulilah sudah ada setiap dapil dan di dapil Provinsi sudah ada alhamdulilah , walaupun dari jumlah total yang di minta KPU maksimal 100 persen belum, tapi ada satu dua yang sudah 100 persen baik dapil provinsi dan kabupaten kota,” katanya sembari mengatakan , rekrutmen caleg dilakukan dari dalam dan dari luar.
Di Partai Gelora menurut Erza di pastikan tidak menerima mahar dalam pencalegan .
“ Tapi kalau dia ngomong aku ada massa seribu , oke bagaimana bapakmenjaga 1000 itu, bisa tidak bapak sediakan 1000 kaos , bisa, mana buktinya, kalau ada kami serahkan lagi ke bapak buktikan bapak bagikan kaos ke 1000 orang itu ada poto-potonya , jadi untuk dia juga bukan untuk Erza Saladin, Amril Sudiono atau Saifurrahman, ndak memang untuk dia juga , bagi Gelora, Gelora besar, elaktibilitasnya menaik, popularitasnya menaik dan terpilih menjadi anggota dewan disetiap level itu yang kami butuhkan untuk merealisasikan 5 besar dunia ,” katanya
Mengenai adanya Koalisi Indonesia Baru, Koalisi Perubahan yang merupakan koalisi partai-partai, Erza mengatakan, pihaknya ingin melebur .
“ Jadi kalau calon presiden harusnya dia setelah terpilih merangkum semua kekuatan anak bangsa , tidak ada lagi cebong kampret , hilangkan semua itu, kita tidak akan menjadi bangsa besar , tidak bisa menjadi bangsa yang kuat , tidak bisa menjadi bangsa yang disegani di publik di dunia kalau seperti itu terus, Gelora ingin melebur itu semua yang kanan laju, yang kiri laju , yang tengah laju, Gelora ini,” katanya.
Untuk Capres dari Partai Gelora menurutnya adalah Anis Matta dan Cawapres Fahri Hamzah.
“Ini bukan Over Confidance , tapi kami menyakini bahwa partai politik itu harus begitu , kita tidak tahu perubahan ini bisa hitungan detik, hitungan menit dan hitungan hari, kami lebih conpidance bahwa Ketum dan Waketum itu kapabel untuk memimpin Indonesia, kalau calon kami itu dulu,” katanya.#udi